Kanal

Dulu Hanya Pelita, Sekarang Listrik Menyala Siang, Malam

Maslina sedang berada di kedai makan miliknya di desa Temburun. - TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS- Suasana hening langsung menyambut kami ketika tiba di ujung Desa Temburun, Selasa (28/08/2018) siang.

Hembusan angin laut cina selatan seakan mengiring kami memasuki desa itu setelah memacu sepeda motor dari Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas selama satu jam lebih.

Desa itu seakan tidak berpenghuni. Nyaris tak ada aktivitas warganya selain Maslina, seorang wanita yang membuka kedai makan di rumahnya.

Kedai ini menjadi tempat pertama persinggahan kami di desa itu. Tidak jauh dari kedai, ada objek wisata Air Terjun Temburun.

Di dalam kedai tersebut, beberapa pria sedang duduk mengaso. Sambil menyeruput kopi, mereka berbincang banyak hal, dari satu topik ke topik lain. Mereka sungguh menikmati obrolannya.

Obrolan mereka sempat terhenti ketika kami coba bertanya tentang kondisi listrik di desa itu. Namun, mereka langsung menanggapinya dengan wajah berseri-seri.

Maslina yang tengah sibuk mencuci piring dan gelas spontan menyeletuk.

"Kami bersyukur sudah bisa nikmati listrik yang menyala selama 24 jam," ujar wanita yang tinggal di RT 002 ini.

Baca: Tidak Harus ke PTUN Tanjungpinang Ajukan Gugatan, Kini Cukup Daftar Lewat e-Court

Baca: Minta Uang Kepada Adik Kelas, Jadi Pemicu Dua Siswi Ini Berkelahi

Baca: BP Batam Tawarkan Data Centre Hingga Indonesia Tengah, Berikan Fasilitas dan Layanan Terbaik

Dia menuturkan, seluruh warga desa ini baru menikmati layanan listrik dari PLN selama beberapa pekan terakhir. Sebelum itu, hanya sebagian kecil warga sajalah yang menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang turbinnya digerakkan oleh Air Terjun Temburun.

Pembangkit listrik ini dibangun oleh pemerintah daerah beberapa tahun lalu. Pada waktu itu, Anambas dan Natuna masih menjadi satu kabupaten. Kini keduanya sudah berdiri sebagai kabupaten mandiri.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer