Kanal

Dulu Hanya Pelita, Sekarang Listrik Menyala Siang, Malam

Maslina sedang berada di kedai makan miliknya di desa Temburun. - TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN

Jarak antara pusat Kabupaten Anambas dengan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau bisa ditempuh lewat jalur laut dan udara. Lama waktu tempuh dengan pesawat terbang bisa mencapai satu jam lebih, berjam-jam bahkan berhari-hari dengan kapal cepat serta kapal Pelni dan kapal Tol Laut.

Rentang jarak yang terlalu jauh dan waktu tempuh yang terlampau lama menjadi alasan utama bagi PT PLN (Persero) Area Riau dan Kepulauan Riau untuk mengadakan sumber listrik bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar dan berbatasan dengan negara lain.

Dalam data yang dirilis PLN Area Riau dan Kepulauan Riau, kebanyakan desa di Kepulauan Riau sudah dialiri listrik dari PLN. Dari 141 kelurahan dan 275 desa, terdapat 337 daerah yang berlistrik PLN. Sedangkan belum berlistrik PLN berjumlah 79 daerah dan 79 daerah lain sudah berlistrik tetapi bukan berasal dari PLN.

Manager PLN Area Riau dan Kepulauan Fauzan mengaku terus menambah jaringan dan sumber listrik di daerah-daerah yang belum berlistrik PLN. Fokus PLN Area Riau dan Kepulauan Riau terarah pada desa-desa yang terisolasi dan berada di pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga.

"Kami terus berusaha untuk melistriki semua daerah di Kepulauan Riau ini. Pokoknya pada 2020 nanti, sesuai target pemerintah pusat, semua daerah di Indonesia sudah dialiri listrik," tegas Fauzan. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer