Kanal

Ajak Mahasiswa Jauhi Paham Radikalisme, Ini yang Disampaikan Kapolsek Gunung Kijang

Kapolsek Gunung Kijang AKP Durnot P Gurning saat menyampaikan materi jauhi narkoba, paham radikalisme dan terorisme dihadapan mahasiswa STAIN Sultan Abdulrahman - TRIBUNBATAM/AMINNUDIN

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Jauhi narkoba, paham radikalisme dan terorisme. Kesemua itu tidak baik karena merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dihadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Ceruk Ujuk, Toapaya, Bintan, Kapolsek Gunung Kijang AKP Durnot P Gurning menekan hal demikian berkali kali.

"Mahasiswa dekat dan juga bagian masyarakat. Mereka bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa narkoba, paham radikal dan hal-hal yang berbau terorisme sangat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara," kata AKP Dunot P Gurning, Minggu (2/9/2018).

Sosialisasi bahaya paham radikal dan terorisme oleh pihak polsek Gunung Kijang dengan mahasiswa STAIN SAR Kepri berlangsung santai namun tetap hangat. Berbagai isu-isu kekinian dipertanyakan. Baik itu isu narkoba, termasuk isu utama terorisme dan paham radikal.

Baca: Berita Acara DPT Pemilu 2019 Baru Diserahkan, Begini Penjelasan KPU Kepri

Baca: Sejumlah Prestasi Diraih PTUN Tanjungpinang, Salah Satunya Refromasi Berikorasi, Berikut Rinciannya

Baca: Kenalkan Inilah Pesawat Terbesar di Dunia, Bukan Airbus A380

Fikri, seorang mahasiswa STAIN bertanya, bagaimana paham radikal ISIS bisa masuk ke Indonesia. Dan mengapa ada warga negara Indonesia bisa terpapar ISIS sampai nekat ke Suriah.

Durnot menjawab, paham radikalisme merusak.

Kelompok terorisme masuk ke Indoneisa melalui warga negara Indonesia (WNI) yang sudah bergabung dengan kelompok dan diperkenalkan paham radikal. Mereja kemudian pulang ke Indonesia dari Suria, yang selanjutunya menyebarkan paham radikalisme dan mengajak atau mempengaruhi warga lainya untuk ikut berangkat ke Suriah.

“Warga dipengaruhi berangkat ke Suriah ini, dijanjikan kehidupannya lebih layak lagi dan gajinya yang menggiurkan jika bergabung dengan kelompok ISIS dengan tujuan menjadikan negara kita seperti Suriah,” ujar Dunot.

Bincang-bincang isu kekinian antara Polsek Gunung Kijang dengan mahasiswa berlangsung seru. Tak kurang sebanyak 180 mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri ikut. Mereka cukup antusias dalam dialog.

"Kami senang bisa diskusi banyak dengan rekan rekan mahasiswa. Momen momen seperti ini mendekatkan polisi dengan mahasiswa sebagai kelompok masyarakat terpelajar,"kata dunot. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer