Kanal

Bidadari, Millennial Batam “Anak Hukum yang Hobi Menari”

Bidadari Mahardhika Respaty SH, punya hobi menari meskipun kuliah bidang hukum -

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kalangan millennial di Batam, tentu tak asing lagi dengan remaja putri yang satu ini. Bidadari Mahardhika Respaty, putri bungsu tokoh Kepri HM Soerya Respationo, SH,MH ini telah banyak bergabung dengan komunitas remaja di Batam selama ini.

Bahkan selama kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dhika, panggilan akrabnya, juga kerap muncul dalam pemberitaan karena kiprahnya mewakili almamaternya. Misalnya saat magang di KBRI Belanda, hingga mewakili UGM dalam ajang kompetisi International Criminal Court Moot Court Competition (ICCMCC) yang digelar di Leiden University Belanda pada 2016 lalu.

Baca: Penutupan Asian Games 2018, Jack Ma: Sampai Jumpa di Asian Games 2022 di Hangzou

Baca: Gerakan #2019GantiPresiden Dihadang di Sejumlah Daerah, Ini Respon Jokowi

Baca: Bidadari, Putri Bungsu Soerya Terkesan Lomba di Belanda dan Harumkan UGM

Dalam kompetisi itu, Dhika dan timnya berhasil masuk semifinalis, dengan menyisihkan 44 tim dari universitas ternama di dunia. Bagi UGM, bahkan universitas di tanah air, ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah ditorehkan dalam ajang tersebut.

Kini Dhika telah lulus sarjana hukum pada I.U.P ( International Undergraduate Program), Fakultas Hukum UGM Yogyakarta dengan predikat cum laude. Skripsinya berjudul: Legal Protection of e-Money Holders With Telkomsel as The Provider of The Payment System Services and Conventional Banks As The Holder of Funds.

Bagaimana kiat suksesnya? Dhika kepada Tribun, Sabtu (1/9) mengaku kesuksesannya itu berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah. Karena sudah menjadi dunianya, ia mengaku menjalaninya dengan enjoy.

"Ada juga suka dukanya, kalau dukanya sih, sebagai anak hukum, bahan bacaan itu sangat banyak. Jadi kalau tak melakukan persiapan untuk kelas, bisa saja susah mengikuti pelajaran," ujar Dhika dengan santai.

"Selain itu kalau ikut lomba, seperti yang saya ikuti di Belanda yaitu International Criminal Court (ICC) Moot Competition, harus meluangkan waktu bersantai untuk latihan," katanya.

Diakuinya mula sejak membuka mata di pagi hari sampai sore kuliah. Sepulang kuliah hingga malam harinya dilanjutkan dengan latihan. "Apalagi jika mengejar deadline, bisa latihan sampai pukul 00.00 malam," tutur dara yang punya hobi menari itu.

"Sukanya banyak sekali, selalu dapat support dari keluarga. Teman-teman di sini juga tidak sekedar teman bermain, namun mereka juga mendorong saya untuk berkomitmen dengan pendidikan, dan untuk mencapai hasil yang maksimal," ujar gadis kelahiran 30 Mei 1996 ini.

Dhika berhasil menyelesaikan kuliah S1 dengan predikat cumlaude dalam waktu 3 tahun 10 bulan. Kini ia pun tengah memilih-milih universitas guna melanjutkan kuliah S2-nya. Ia menimbang-nimbang di Singapura atau di Amerika.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Purwoko

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer