Kanal

500 Pelamar Ingin Jadi Pegawai Tidak Tetap di Pemkab Anambas

Ilustrasi. Pegawai Tidak Tetap (PTT) Disperindagkop UKM Anambas saat menunjukkan obat racikan tanpa resep dokter yang beredar di sejumlah kedai di Anambas. - Tribunnews Batam/Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Mencari pekerjaan pada sektor pemerintah masih menjadi primadona di Anambas.

Menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) nyatanya masih dicari oleh sejumlah lulusan sekolah meski dari sisi pendapatan per bulannya hanya mencapai satu setengah hingga dua jutaan Rupiah.

Baca: Heboh! Kebijakan THR Bupati Anambas Bikin PTT Serba Salah! Ini Pemicunya!

Baca: Ada Sinyal PTT dan Honorer Pemprov Kepri Bakal Terima THR, Sekda Tunggu Surat Edaran Mendagri

Baca: Heboh! Pegawai PTT Anambas Kena Razia di Tempat Hiburan Malam Pinang, Ini Reaksi Pemkab!

Banyaknya pelamar yang masuk ke Pemerintah Daerah untuk menjadi pegawai 'putih coklat' ini pun dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. Tidak tanggung-tanggung, lima ratus dokumen yang melamar untuk menjadi PTT pun, menanti di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Ini didominnasi oleh lulusan dari anak-anak sekolah yang baru menamatkan pendidikan mereka," ujarnya Senin (3/9/2018).

Banyaknya berkas yang masuk ke Pemerintah Daerah ini pun, menurutnya sukar untuk bisa diakomodir. Selain jumlah PTT yang sudah menembus angka 3.592 orang, keterbatasan dari sisi anggaran untuk mengakomodir pengadaan PTT ini, menurutnya menjadi hal lain yang menjadi pertimbangan Pemerintah Daerah.

Penerimaan PTT pun, menurutnya baru dapat dilakukan apabila ada PTT yang mengundurkan diri yang dipertegas dengan mendapat Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Pemberdayaan PTT ini dilakukan untuk menutupi kekurangan tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terlebih, keluarnya moratorium untuk penerimaan CPNS," ungkapnya.

Tingginya minat lulusan muda untuk bekerja di sektor pemerintah, memang didasari oleh beberapa faktor. Selain faktor ekonomi, minimnya lapangan pekerjaan pada sektor swasta yang dapat mengakomodir lulusan muda ini, menjadi hal lain yang menjadi sebab mengapa sektor pemerintahan begitu diminati di Anambas.

"Kalau ada lowongan kerja dari sektor swasta yang mau sesuai dengan bidang kejuruan yang sama tempuh di bangku sekolah dulu, kenapa tidak Bang. Niat saya memang ingin membantu meringankan beban kedua orangtua. Syukur-syukur kalau ada rezeki berlebih bisa melanjutkan ke jenjang bangku kuliah," ujar Rina salahseorang warga tamatan salahsatu sekolah kejuruan di Anambas. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer