Kanal

Duplik Pengacara Nasihan : Hey Duit Itu Mana? BAJ Bisa Laporkan Penggelapan

Nasihan jalani sidang PN Tanjungpinang saat mendengarkan pembacaan dakwaan, beberapa waktu lalu. - TribunBatam/Wahib Waffa

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sidang kasus Asuransi PT BAJ milik pegawai Pemko Batam digelar di PN Tanjungpinang, Senin (03/09/2018). Kali ini sidang beragenda duplik yang dibacakan oleh terdakwa Nasihan, maupun tim pengacaranya secara bergantian. Dalam sidang ini pengacara memaparkan tentang kedudukan awal kasus tersebut.

Usai sidang, pengacara Nasihan, Sudiman Sidabukke SH,MH menjelaskan bahwa uang senilai Rp 55 miliar merupakan milik PT BAJ, bukan dana yang dikeluarkan dari APBD Pemko Batam. Hal itu setelah keputusan bersama saat Sidang di PN Batam tentang perdata kasus tersebut tengah berlangsung.

"Karena Pemko Batam tidak sanggup membayar premi maka diputus kerjasama dan ditariklah dana itu kembali. Dari semua total Rp 208 miliar diminta Pemko hanya Rp 115 miliar. Kemudian asuransi menawar Rp 65 miliar. Namun karena tidak ada persesuaian, Pemko menggugat Perdata," katanya.

Baca: Nasihan Akan Ungkap Fakta: Sebut Replik Jaksa Tak Sesuai

Baca: Sidang M Nasihan: Pengacara Heran Ancaman Sampai 18 Tahun Penjara

Baca: Mohammad Nasihan Dituntut JPU 12 Tahun dan Ganti Rugi Rp 55 Miliar, Begini Reaksinya

Selama proses sidang perdata berlangsung di PN Batam diambil keputusan bahwa PT BAJ diminta untuk membayar uang muka sebanyak Rp 55 miliar. Dari sanalah asuransi PT BAJ menyerahkan kepada Nasihan uang senilai Rp 55 miliar yang tersimpan di beberapa bank selaku pengacara PT BAJ yang diberi kuasa.

"Terjadi kesepakatan PT asuransi yang akan membayar uang muka dulu sebanyak Rp 55 miliar saat proses sidang di PN Batam. Berarti duit ini duit asuransi kan. Setelah ditarik dari beberapa bank diserahkan kepada Nasihan. Nah perintahnya untuk menyerahkan ke Pemko. Namun penyerahan itu setelah ada hukum yang pasti," ungkapnya.

Di PN Batam pihak asuransi kalah dan diminta untuk membayar Rp 80 miliar. Saat itu tuntutan Pemko tetap meminta Rp 115 miliar. Karena merasa belum sesuai, Pemko Batam banding. Di tingkat banding asuransi diminta Rp 70 miliar. Lanjut ke Kasasi Mahkamah Agung asuransi tetap diminta membayar Rp 70 miliar.

Hingga akhirnga di Peninjauan Kembali (PK) juga tetap Rp 70 miliar asuransi untuk tetap membayarkan kepada Pemko. Kata dia, mestinya Pemko Batam meminta PT BAJ untuk membayarkan setelah proses hukum berkekuatan hukum tetap.

"Sebenarnya dalam konteks ini Pemko Batam tinggal meminta untuk dieksekusi putusan tersebut kepada PT BAJ. Itu yang seharusnya dieksekusi. Sekarang kalau ada duit dan tinggal minta kepada Nasihan. Hey duit itu mana yang akan digunakan untuk bayar Pemko. Semestinya pemko tinggal minta kepada terdakwa. Kalau tidak diberikan ya tinggal PT BAJ untuk melaporkan Nasihan atas kasus penggelapan," ungkapnya.

Namun sampai saat ini belum ada eksekusi putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap ini.
Menurutnya kalau hal itu dikatakan sebagai kerugian negara, sesuai pasal 2 dan 3 UU Tipikor, hal itu tentunya tidak pas karena dana milik PT BAJ bukan APBD. Jika dana itu keluar dari APBD maka bisa dikategorikan kerugian negara. Namun karena dana PT BAJ yang dititipkan ke Nasihan maka itu dianggap dana PT BAJ.

"Ini loh yang dibilang Perdata yang seharusnya tinggal dieksekusi. Saya mencurigai sesuatu, kepada terdakwa ini kenapa kasusnya diforsir menjadi tindak pidana korupsi," tutupnya.

Oleh karenanya ia masih bersikukuh bahwa itu adalah dana milik PT BAJ yang dititipkan ke Nasihan untuk pemko Batam. Yang menjadi biang permasalahan sendiri, kata dia, justru tidak dibuka permasalahannya.

Hartam SH,MH Jaksa Penuntut Umum (JPU) enggan berkomentar banyak ketika dimintai tanggapannya usai sidang. Ia menyerahkan putusan kasus tersebut kepada majelis hakim. Saat diminta tanggapannya soal duplik yang dibacakan terdakwa, ia menyatakan masih tetap kepada tuntutannya.

"Kita serahkan kepada Majelis Hakim putusanya. Kita tetap pada tuntutan yang telah kita bacakan kemarin," kata Hartam. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Purwoko

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer