Kanal

68 LSM dan OKP di Batam Tolak Deklarasi Gerakan Selamatkan Indonesia  

Sejumlah elemen masyarakat di Kepri tolak Gerakan Selamatkan Indonesia di Kepri -

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Sejumlah aliasni LSM dan OKP  di Kepri menolak digelarnya Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) yang dimotori Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani dkk. Aliansi Kebangsaan Mengawal Pemilu Damai Provinsi Kepri mendeklarasikan dan bersikap menolak digelar GSI di Kota Batam.

 Hal itu disampaikan Ketua Presidium Aliansi Kebangsaan Mengawal Pemilu Damai Provinsi Kepri  Hazhari saat menggelar konferensi pers di Batam Center, Selasa (04/09/2018).

Alasan penolakan itu , sebagai bentuk kehati-hatian dan sebagai langkah antisipasi akan  terjadinya konflik serta benturan sosial politik menjelang pesta demokrasi pilpres 2019 mendatang.

 “Seperti yang kita tahu bawah, Presidium dari GSI pusat ada Ratna Sarumpaet, musisi Ahmad Dhani, Rocky Gerung dkk isi GSI cenderung membuat kegaduhan. Maka itu, kami minta seluruh aparat di Kepri untuk menolak. Kami tolak keras diadakan agenda GSI,” ujar Hazhari didampingi belasan pengurus yang tergabung dalam aliansi.

Baca: 68 LSM-OKP di Kepri Tolak Gerakan GSI yang Dimotori Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani dkk

Baca: Musisi Ahmad Dhani Dilaporkan Polisi Karena Ucapkan Kata Ini saat Nge-Vlog

Baca: Polisi Tak Izinkan Diskusi Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet Tak Diberi Izin di Bangka Belitung

 Penolakan itu tambahnya, muncul ketika muncul broadcast baik melalui WhatsApp grup maupun media sosial lainnya, bahwa, GSI akan menggelar aksi di Batam pada Kamis (06/09/2018) lusa.

Lebih jelas ia katakan, penolakan yang dilakukan oleh aliansinya, bukanlah semata berdasarkan pada momentum kampanye atau tidaknya deklarasi GSI tersebut dilakukan.

“Bukan pula karena tidak menjunjung hak berserikat dan berpendapat di muka umum, tapi penolakan yang kami lakukan lebih memandang pada implikasi akan terjadinya perseteruan politik yang kian tajam pasca Gerakan Deklarasi tersebut khususnya di Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Hazhari.

 Aliansi ini dibentuk tambahnya, untuk semangat menjaga cita-cita bersama akan keinginan pesta demokrasi yang damai, santun tanpa saling mencela, tanpa saling menghujat, tanpa mendiskreditkan, tanpa saling menjatuhkan yang berujung pada propaganda dan provokasi.

Sebanyak 68 LSM dan OKP yang tergabung dalam aliansi itu, setuju melakukan penolakan. Dan setuju pula menciptakan pemilu damai.

 “Perlu kami jelaskan kepada teman-teman media, di aliansi yang kami bentuk ini ada semua pendukung kedua kubu (Jokowi dan Prabowo), ada beberapa LSM dan parpol.Artinya ini murni bukan menolak berserikat. Tapi lebih menjaga, agar NKRI,Kepri dan Batam yang aman dan kondusif,” sambung Yogi anggota Aliansi lain.

 Diharapkan, dengan penolakan tersebut, seluruh aparat di Kepri untuk tidak memberikan ruang kepada siapa saja yang akan mendeklarisikan GSI pada Kamis mendatang. Dan usai konferensi pers , aliansi ini menyurati TNI-Polri dan seluruh parpol menyatakan sikap penolakan yang sama. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sihat Manalu

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer