Kanal

Aliansi Ormas Tolak GSI: Gerakan Provokatif Jangan Sampai Usik Batam

Surat Pernyataan Penolakan Aliansi LSM dan Ormas di Batam. -

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aliansi Organisasi Masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Batam kompak menyatakan menolak kegiatan Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam.

Para tokoh ormas pun dengan lantang menyuarakan aspirasinya, bahwa gerakan tersebut syarat muatan politik yang dikhawatirkan akan mengusik kondusifitas Batam. Puluhan Ormas dan LSM tersebut juga membubuhkan tanda tangan dalam surat surat pernyataan resmi.

Baca: 68 LSM dan OKP di Batam Tolak Deklarasi Gerakan Selamatkan Indonesia  

Baca: Soal Agenda GSI: Kapolda Tegaskan Utamakan Aspek Keamanan

Baca: Delegasi Singapura Kunjungi Pemko Batam, Ini Yang Jadi Bahasan

Dalam surat bernomor 01/PS-Umum/IX/2018 itu antara lain menyebutkan: “Kami elemen masyarakat dari berbagai Ormas, OKP dan LSM yang bertanda tangan dibawah ini; Bahwa mengingat dan menimbang, sehubungan akan adanya rencana kegiatan kelompok Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Kepri yang akan dilakukan beberapa tokoh seperti Rocky Gerung , Ratna Sarumpaet, hingga Ahmad Dhani, maka dengan ini kami secara bersama-sama menyatakan sikap tegas menolak kedatangan kelompok GSI tersebut”.

Ketua LSM Jogoboyo, Sugiyanto SH, yang ikut membubuhkan tanda tangan penolakan GSI itu, kepada Tribunbatam.id, Selasa (04/09/2018) menyatakan agenda segelintir orang dengan mengangkat tagline selamatkan Indonesia, sangat tidak tepat.

“Judul tersebut sengaja dibuat seolah-olah kita sedang terancam, seolah-olah negeri ini dalam kondisi tidak aman. Padahal seperti kita rasakan, kita dengar, kita lihat, Indonesia aman tenteram. Ini jelas gerakan provokatif,” kata Sugiyanto dengan penuh semangat.

Hal itulah dikhawatirkan GSI hanya akan memunculkan kegaduhan dan potensi adu domba. “Kita tak ingin Batam terusik kenyamanannya. Selain aspek keamanan, hal ini pasti akan mempengaruhi iklim investasi yang sedang menggeliat. Kita tegas menolak gerakan provokatif ini,” katanya.

Dalam surat pernyataan itu, selain Jogoboyo, surat juga ditandatangani pengurus sejumlah LSM, pengurus Punggowo Mudo, FKPPI Batam, Gembala, dan lain-lain.

Oleh karena itu, guna menjaga iklim yang aman dan kondusif di kota Batam dan Kepri, maka aliansi LSM dan Ormas itu meminta aparat Kepolisian Daerah Provinsi Kepri untuk tidak menerbitkan rekomendasi izin penyelenggaraan kegiatan apapun dari kelompok GSI, baik di Batam maupun Kepri.(*)

Penulis: Purwoko

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer