Kanal

BP Batam Kasih Kesempatan Masyarakat Bayar Tunggakan Perpanjangan Alokasi Lahan

Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Topan - TWITTER/BP BATAM

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan pemanggilan kepada 42 orang atau badan usaha yang menunggak bayar Uang Wajib Tahunan (UWT) perpanjangan alokasi lahan ke BP Batam.

Nama-nama ke 42 orang atau badan usaha itu, bisa dilihat di halaman 2 koran Tribun Batam, Senin tertanggal 3 September 2018. Atau bisa juga ke situs www.bpbatam.go.id.

Kasubdit Humas BP Batam, Mohamad Taofan mengatakan, pihaknya sengaja melakukan pemanggilan tersebut secara terbuka. Tujuan salah satunya, untuk menyiasati adanya orang atau badan usaha yang pindah alamat.

"Nama 42 itu, mereka telat bayar perpanjangan UWT," kata Taofan kepada Tribun, Selasa (4/9/2018).

Untuk nominal tunggakan secara keseluruhan, nilainya yakni Rp 1.130.577.758. Kepada ke-42 nama tersebut, diminta datang ke BP Batam untuk melakukan klarifikasi pembayaran UWT.

"Kita kasih waktu 30 hari. Tapi terserah mereka mau datang kapan saja selama waktu itu," ujarnya.

Baca: Makan Siang Prasmanan dengan Harga Terjangkau di Vanilla Hotel

Baca: Upgrade Informasi Produk Digital, Tribun Batam Sambangi GraPARI Telkomsel

Baca: Meski Hujan, 3.616 Peserta Sukseskan Rekor MURI Tari Gemu Famire

Jika batas pemanggilan pertama terlewati, namun tak diindahkan, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan untuk kali kedua, dan seterusnya. Proses tahapannya akan disesuaikan dengan Peraturan Kepala (Perka) BP Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Alokasi Lahan.

"Jadi bukan satu kali itu saja," kata Taofan.

Selain ke-42 nama yang tertera dalam pengumuman tentang piutang perpanjangan alokasi lahan, Taofan membenarkan, akan ada pemanggilan untuk nama-nama lainnya. Namun ia belum bisa memastikan, berapa banyak pihak yang akan dipanggil terkait hal tersebut.

"Masih diteliti," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer