Kanal

Cemas Aset Perusahaan Dikeluarkan Satu Persatu, Pekerja Gelar Aksi Damai di DPRD Karimun

Aksi damai pekerja di DPRD Karimun menuntuk kejelasaan perusahaan terkait nasib mereka, Rabu (4/9/2018) - TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA

"Ini mereka dipailitkan lho. Ini awalan "di". Pengusaha mau membayar pajak dan royalti kepada masyarakat. Pajak Rp 1 M dibayarkan ke pemerintah. Itu tanda perusahaan bagus. Jadi jika dipailitkan maka ada pembonceng disini," paparnya saat diwawancara.

Anis menyampaikan permasalahan seperti ini sudah yang kedua kalinya terjadi. Pada masalah yang sebelumnya SPSI Karimun mengadukan ke Presiden RI dan diselesaikan melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

"Tiga hari berdiskusi dengan kementerian permasalahan waktu itu selesai," ujarnya.

Dengan aksi dan pengaduan yang mereka lakukan, para pekerja berharap DPRD dan Pemkab Karimun maka masalah mereka dapat terselesaikan.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Karimun, Bakti Lubis dan Ketua Komisi I DPRD Karimun, Anwar Abubakar mengatakan hal yang sama, yakni akan menyurati pihak perusahaan agar masalah ini dapat segera diselesaikan.

"Kita akan panggil perusahaan. Mungkin hari ini kita surati Pt KDH dan Minggu ini juga akan kita panggil. Rekan-rekan pekerja jangan terlalu risau, tapi harus disikapi, kita akan kawal bersama," kata Lubis. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto

Ditangkap Polisi, Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ternyata Saudara Korban

Berita Populer