Kanal

Kasus Gantung Diri di Kedai Kopi, Begini Penjelasan Kapolsek Tanjungpinang Timur  

Ilustrasi - kompas.com

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Polsek Tanjungpinang Timur masih menyelidiki kasus gantung diri pemilik kedai kopi di Tanjungpinang.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Hendrial dikonfirmasi, Selasa (4/9/2018) menduga ada penyakit yang diderita korban.

Penyakit itu ceritanya sudah bertahun-tahun dirasakan oleh Korban.

"Ia korban menurut keluarganyanya mengalami sakit perut yang sudah bertahun-tahun," kata Hendrial.

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Inilah Alasan Tim Nanggala, Intelijen Tempur Kopassus Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

Baca: Derita Sakit Batu Ginjal? Inilah Ramuan Tradisional Penghilang Sakit dan Cara Bikinnya

Keluarga korban yang kerap mendengar keluhan. Bahkan bisa dibilang korban seolah tidak bersemangat.

Namun pihak kepolisian secara pasti juga akan mencari tahu alasan lain atau penyebab yang melatarbelakangi aksi nekat itu.

Tim identifikasi Polres Tanjungpinang tak lama melakukan olah TKP langsung membawa korban ke RSUP. Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan anak yang sudah bersekolah.

Seperti diberitakan, Selasa pagi, seorang warga Tanjungpinang di Kecamatan Bukit Bestari ditemukan tewas gantung diri di sebuah kafe di Bintan Centre, Tanjungpinang Timur.

Pria yang beralamat di Senggarang, Perumnas RT 04 RW 05 itu diketahui bernama Andi Jufiansah (33).

Korban ditemukan tergantung dengan tali yang dikatkan di bagian kedudukan proyektor Layar sebuah cafe di Km 9 Bintan Center, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

"Ia tadi pagilah sudah ramai. Saya tengok itu si pemilik Kedai Kopi itu, si Andi. Innalilahi," kata warga Selasa (4/9/2018). (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer