Kanal

Rupiah Melemah, Anggota DPR RI Sampaikan 'Protes' ke Menteri Keuangan Sri Mulyani

Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam - KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - DPR RI menggelar agenda rapat paripurna pembahasan RAPBN 2019 pada Selasa (4/9/2018) siang yang turut dihadiri oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Ketika rapat baru mau dimulai, ada interupsi dari sejumlah anggota dewan yang berasal dari fraksi partai oposisi dan disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di ruang rapat.

"Terkait kurs mata uang asing yang kini sudah mencapai hampir mendekati Rp 15.000, ini selalu dikatakan Pak Presiden di hadapan rakyat bahwa kondisi ini adalah kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Ini untuk diketahui, kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena begitu banyak komoditas pangan kita yang impor," kata anggota dari fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo, selaku yang pertama kali mengajukan interupsi.

Baca: Sidang Praperadilan Dorkas, Kuasa Hukum Penggugat Hormati Putusan Pengadilan

Baca: Barelang Marathon 2018 - Taklukkan Kontur Menantang di Gerbang Wisata Bahari Indonesia

Baca: Ketika Presiden Soekarno Mengamuk di Gedung Putih Amerika Serikat : To Hell With Your Aid!

Menurut Bambang, Indonesia sangat rentan terhadap tren pelemahan rupiah.

Bahkan, Bambang menyebut Indonesia sebagai negara yang terparah terkena dampak pelemahan rupiah.

"Selalu Pak Presiden mengatakan bahwa kurs dollar AS menguat di beberapa negara. Memang benar, ada pengaruhnya di beberapa negara, tetapi kondisi yang dialami Indonesia adalah yang terparah," tutur Bambang.

Anggota dewan lain, yakni Michael Wattimena dari fraksi Partai Demokrat, mengingatkan Sri Mulyani akan bahaya krisis ekonomi seperti tahun 1998 silam.

Michael juga mempertanyakan kenapa di tengah gejolak perekonomian saat ini pemerintah tidak mengajukan APBN Perubahan seperti yang dilakukan tahun 2015 lalu.

"Ibu Menteri juga selalu bilang tekanan terhadap nilai tukar dikarenakan kondisi di negara lain, kayak Turki, Argentina. Nanti minggu depan ada negara lain yang krisis, kita menyalahkan kondisi mereka lagi, tolong ini dijelaskan secara jujur, Bu Menteri," ujar Michael.

Anggota dewan lainnya dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Haerudin menyinggung tentang risiko utang yang dinilai berpotensi meruntuhkan stabilitas negara.

Haerudin minta agar beban utang pemerintah jangan terlalu besar.

Sejumlah pandangan itu belum ditanggapi Sri Mulyani karena pimpinan sidang, Agus Hermanto, minta agar agenda sidang dilanjutkan terlebih dahulu.

Sri Mulyani pun mulai membacakan tanggapan pemerintah terhadap masukan sejumlah fraksi atas RAPBN 2019 dalam rapat paripurna sebelumnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Melemah, Sejumlah Anggota DPR "Protes" ke Sri Mulyani" 

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer