Kanal

Rupiah Melemah, Gimana Harga BBM Subsidi?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meninjau fasilitas produksi pengolahan gas terapung atau Float?ing Processing Unit (FPU)di Pabrikasi Saipem Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/3/2017) - KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI

TRIBUNBATAM.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni minyak tanah, minyak solar dan premium.

Penegasan tersebut terkait adanya isu pemerintah yang bakal menaikan harga BBM karena adanya pelemahan rupiah.

“Pemerintah tidak rencanakan kenaikan harga dalam waktu dekat,” tegas Jonan saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Adapun laju rupiah hari ini (4/9/2018) dibuka pada level Rp 14.822 per dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir ke posisi Rp 14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/9/2018).

Baca: Depresiasi Rial Iran Seret Nilai Tukar Rupiah ke Atas Rp 14.900 per Dolar AS

Baca: Diprotes Anggota DPR RI Terkait Melemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS, Ini Jawaban Sri Mulyani

Mengacu Bloomberg, dengan posisi tersebut, depresiasi kurs Rupiah meningkat menjadi 10,18 persen.

Sementara itu harga harga Prem?ium penugasan saat ini Rp 6.450 per liter dan Solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga minyak tanah dan harga minyak tanah yakni minyak tanah 2.500 per liter.

Sedangkan harga BBM non subsidi harganya menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang di SPBU Pertamina di kawasan DKi Jakarta per 1 Juli 2018 Rp 7.800 per liter untuk pertalite, pertamax Rp 9.500 per liter, lalu pertamax turbo Rp 10.700 per liter, pertamina dex Rp10.500 liter dan Dexlite Rp 9.000 per liter.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer