Kanal

Satu Keluarga Kompak Mencuri, Suami Istri, Anak Hingga Sepupu Juga Ikut. Berikut Hukumannya

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang saat memvonis kepada terdakwa pencurian yang diketahui satu keluarga dengan hukuman yang berbeda, Rabu (4/9/2018) - TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Ada-ada saja. Tujuh orang ini nyuri bareng-bareng di sejumlah toko di Tanjungpinang. Tujuh terdakwa dengan perkara pencurian ini masing-masing bernama Dadih, Liana, Darmawansyah, Khairullah, Dedi, Indra dan satu orang anak dibawah umur berinisial Z.

Mereka adalah keluarga. Ada yang berstatus suami istri, kakak beradik dan sepupu.

Setelah lebih dari dua bulan menjalani persidangan, tiba waktunya mereka menerima vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. Diketuai oleh Hakim Santonius Tambunan didampingi Hakim Anggota Acep Sopian Sauri dan Monalisa Siagian. Mereka divonis relatif berbeda.

Salah satu pertimbangan hakim diantaranya pelaku merugikan orang lain dan terbukti melanggar pasal 363 pencurian yang disertai pengerusakan. Terbukti terdakwa merugikan tiga korbannya. Diantaranya Susi, Maria dan Hendro. Ketiga orang ini merupakan korban dengan tempat kejadian perkara berbeda.

Kemudian terdakwa juga terbukti mencuri sejumlah uang dan sembako dengan menggunakan mobil rental sebagai alat transportasi. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 83 juta.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa Liana, Indra, Darmawansyah, Khairullah dan dadih bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Menghukum terdakwa Liana selama 10 bulan, terdakwa Indra, Darmawansyah, Dadih dan Kharulloh selama 1 tahun 8 bulan penjara," kata Santonius Tambunan membacakan amar putusan Majelis Hakim, Selasa (5/9/2018).

Sedangkan dua terdakwa lagi, Dedi divonis 1 tahun 6 bulan. Kemudian Terdakwa anak-anak masih berinisial Z divonis 6 bulan. Mereka divonis terpisah di PN Tanjungpinang. Hukumnya mereka lebih tinggi beberapa bulan dari tuntutan jaksa Kejari Tanjungpinang.

Mendengar putusan tersebut, Santonius menyampaikan dan menegaskan hukuman yang telah diberikan untuk dimengerti. Saat ditanya mereka berlima yang divonis bersamaan kompak menjawab pertanyaan majelis hakim dengan nada dan kata yang sama.

"Sudah mengerti yang mulia," jawabannya bersamaan saat ditanya berapa hukuman mereka.

Baca: Gemu Femire di Karimun Pecahkan Rekor Muri. Kenapa Disebut Gemu Femire!

Baca: ATB Siap Bertarung Hadapi Tender Pengelolaan Air di Batam, Ini Yang Akan Dilakukan

Baca: Soal Agenda GSI: Kapolda Tegaskan Utamakan Aspek Keamanan

Mereka pun menjawab kompak dan menyatakan langsung menerima. Sementara Jaksa menyatakan masih pikir-pikir selama 7 hari. Mereka pun diberi nasehat oleh hakim usai sidang. Apa yang dilakukan mereka telah memberi pelajaran buruk bagi nama baik keluarga mereka.

"Eh ibu. Kasian anaknya masih kecil. Jangan diulangi lagi ya. Kasihanilah anakmu itu. Keluargamu itu juga. Tolong didengar ya. Cari pekerjaan yang baik. Jangan mencuri. Kalau sudah seperti ini satu keluarga, kan kasihan anaknya," kata Santonius memberi nasihat.

Sebelumnya ke tujuh anggota keluarga ini mencuri sembako dan uang di rumah serta di toko. Sudah tiga tempat yang sukses ia lakoni. Mereka bergerak menjalankan aksinya bersama dengan alai transportasi mobil yang direntalnya.

Konon kata seorang jaksa mengaku keheranan bahwa apa yang dilakukan mereka itu dengan membekali terlebih dahulu ilmu gaib yang dibawa dari Medan.

"Ia itu dia bilang coba pakai ilmu gaib. Biar nanti aman lolos. Ya tiga kali sudah aman sih mereka. Tapi kena juga akhirnya," kaya seorang jaksa yang mengetahui kasus tersebut. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer