Kanal

Negara-negara Amerika Latin desak Presiden Venezuela untuk Bersedia Terima Bantuan Kemanusiaan

Warga kota Caracas, Venezuela rela antre berjam-jam di sebuah bank untuk menukar uang pecahan 100 bolivar yang akan dihapus pemerintah. - (FEDERICO PARRA / AFP )

TRIBUNBATAM.id - Otoritas di negara-negara Amerika Latin menandatangani resolusi pada Selasa (4/9/2018) mendesak Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk menerima bantuan kemanusiaan.

AFP mewartakan, dua hari pertemuan yang digelar oleh pemerintah Ekuador menyerukan agar membentuk mekanisme bantuan kemanusiaan untuk menangani situasi kritis.

"Meminta Venezuela untuk menerima kerja sama pemerintah di kawasan dan organisasi internasional," demikian isi resolusi tersebut. Dari 13 negara yang bertemu di Quito, hanya sekutu sayap kiri Venezuela, Bolivia, yanag menolak menandatangani dokumen.

Baca: Krisis Venezuela Merembet ke Perbatasan Brasil, Tentara Dikerahkan Jaga Perbatasan

Baca: Diterpa Krisis Hebat, Dulu Venezuela Gudangnya Ratu Kecantikan

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Sementara, Republik Dominika tidak dapat melakukannya segera karena alasan administratif. Seperti diketahui, ratusan ribu orang telah melarikan diri dari keruntuhan ekonomi di Venezuela yang telah mengakibatkan kekurangan makanan dan obat-obatan serta kegagalan layanan publik.

Negara ini mengalami tahun keempat resesi, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan inflasi akan mencapai satu juta persen tahun ini. Menurut PBB, sekitar 1,6 juta orang telah meninggalkan Venezuela sejak 2015.

Mereka telah menghadapi perjalanan yang sulit dengan kebanyakan memilih berjalan kaki untuk mencari perlindungan di negara-negara terdekat.

Kolombia menyatakan, telah memberikan tempat tinggal sementara kepada 870.000 penduduk Venezuela, sementara Peru mengklaim lebih dari 400.000 orang telah memasuki negaranya.

Beberapa dari mereka terpaksa tidur di jalan-jalan di negara yang menampung mereka. Mereka mengandalkan pemberian orang untuk dapat makan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan, aksi migrasi massal penduduk merupakan hal normal di antara negara anggota OPEC.

Dia berpendapat, situasi migrasi massal penduduknya hanyalah masalah yang dibesar-besarkan untuk membenarkan intervensi kekuatan asing.

"Ada niat untuk mengubah aliran migrasi yang normal menjadi krisis kemanusiaan untuk membenarkan intervensi internasional di Venezuela," katanya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer