Kanal

Ini Dia Penyebab Gejolak Mata Uang Gampang Bikin Goyang Negara Berkembang, Termasuk Indonesia

Kurs Dolar Amerika naik - TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana

Juni silam suku bunga AS merangkak ke level 1,75-2% dan diyakini akan terus meningkat hingga akhir tahun ini.

Kenaikan suku bunga The Fed membuat pasar AS lebih menjanjikan buat Investor yang merespon sehingga mereka menarik uang dari pasar negara berkembang.

Perkembangan ini turut mengungkap kelemahan struktural perekonomian negara berkembang seperti pada kasus Turki dan Argentina.

"Jika masa-masa stress sudah dimulai, Anda harus melihat di mana bendera merah dikibarkan," kata Evghenia Sleptsova, ekonmis senior di lembaga Oxford Economics. "Argentina dan Turki memiliki kesenggangan paling tinggi," imbuhnya.

Kenaikan suku bunga juga ikut mengerek nilai mata uang Dolar sebanyak 3,3 persen tahun ini terhadap sejumlah mata uang asing, terutama terhadap Peso dan Lira.

Kondisi ini terutama mengancam banyak perusahaan di Turki dan Argentina yang menyimpan kredit dalam mata uang asing.

2. Perang Dagang di Pelupuk Mata

Merosotnya nilai mata uang lokal juga bisa mendorong investor menarik uang dari pasar saham di negara-negara berkembang.

Indeks Negara Berkembang milik MSCI, misalnya, anjlok sebanyak 15% dari level teringgi tahun ini.

Hengkangnya investor juga diyakini mempercepat kejatuhan nilai mata uang dan memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer