Kanal

Saat Rupiah Melemah Harga Makanan dan Minuman Paling Banyak Naik. Ini Alasannya!

Ilustrasi belanja di supermarket - kompas.com/shutterstock

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut berdampak ke dunia industri.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan, sektor yang kena dampak paling besar adalah sektor berbasis impor.

Selain itu, industri yang banyak memiliki utang dalam dollar AS juga terkena imbas.

"Sektor makanan dan minuman misalnya, impornya langsung. Jadi terpaksa harus menaikKan harga,” tuturnya.

Kebijakan pemerintah meredam impor dengan menaikkan pajak penghasilan (PPH) atas 1.147 item barang impor konsumsi, masih dapat dimaklumi.

“Kami mengerti bahwa pemerintah dalam situasi yang harus secepatnya mengambil langkah kebijakan,” ujarnya.

Ia mengakui, pengendalian impor memang merupakan salah satu upaya kebijakan yang bisa diambil dalam waktu cepat. Sementara solusi-solusi lainnya membutuhkan waktu.

Baca: Rupiah Melemah, Begini Nasib Pengusaha Tahu dan Tempe

Baca: Idrus Marham : Kalau Cinta Golkar dan Memang Ambil Uang Tolong Kembalikan

Baca: KPK Terima Laporan 19 Gratifikasi Tiket Asian Games 2018

Tapi di sisi lain, Sinta juga mempertanyakan sejauh mana dampakj itu akan signifikan untuk menekan current account deficit (CAD). Dia bilang, kenaikan PPh impor bagi kalangan pengusaha akan mempengaruhi cash flow.

Jadi, walaupun ada barang substitusi, Sinta yakin akan tetap terjadi kenaikan biaya yang membebani konsumen.

"Kami mengerti kondisi pemerintah, dan kami dukung. Tapi kami minta ada feedback. Mungkin dampak yang lebih besar nantinya bisa lewat B20 dan TKDN,” katanya. (*)

*Artikel ini juga tayang di Kontan.co.id dengan judul: Sektor makanan dan minuman kena imbas paling dalam dari pelemahan rupiah

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer