Kanal

Seperti Nyamuk, Pesawat Ternyata Bisa Tularkan Wabah Penyakit. Begini Penjelasannya Ahlinya

Pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates yang mendarat di Bandara JFK, New York - via kompas.com/SKY NEWS

Untuk membahas lebih lanjut bagaimana infeksi menyebar dengan cepat di pesawat hingga menumbangkan ratusan orang, kami telah merangkum hasil wawancara The Verge dengan Permet. Berikut ulasannya.

Seberapa umumkah penumpang batuk di pesawat?

Saat ada penumpang pesawat yang sakit, entah infeksi pilek atau pernapasan, mereka memiliki alergi. Aspek lainnya adalah kelembaban udara saat pesawat melaju sangat rendah.

Kita membutuhkan sekitar 40 persen kelembaban untuk merasa nyaman. Kurang dari itu tenggorokan dan mata akan terasa kering dan tidak nyaman, terutama bagi Anda yang menggunakan lensa kontak. Jadi sebenarnya cukup umum bila ada seseorang yang batuk di pesawat.

Seberapa cepat infeksi menyebar di pesawat?

Jawabannya tidak terlalu (cepat), tergantung seberapa kering lingkungan. Lingkungan yang sangat kering akan membunuh bakteri sensitif seperti Legionnaires, sebab itu sangat sulit untuk menyebarkan bakteri di lingkungan kering. Misalnya virus batuk atau bersin.

Pertama, titik-titik kecil yang keluar saat bersin atau batuk akan menguap mengikuti aliran udara. Aliran udara di dalam pesawat terbang bergerak sangat cepat, kemudia virup akan menempel di langit-langit dan lantai di semua pesawat modern.

Pada tingkatan apa gejala batuk menjadi mengkhawatirkan?
Itu pertanyaan yang sulit dijawab karena kami tidak memiliki pengawas kesehatan di pesawat terbang.

Hal seperti ini harus dilihat secara langsung, bagaimana batuk mereka, apakah mereka memproduksi dahak atau sputum berdarah. Semua harus diperiksa secara langsung.

Perawatan medis seperti apa yang tersedia untuk penumpang?

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer