Kanal

Banjir Tak Ditangani, Warga Tiban Koperasi Bakal Lapor ke Jakarta

Kondisi wilayah Tiban Koperasi yang kerap dilanda banjir saat hujan turun. - TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Kompleks Perumahan Tiban Koperasi Sekupang berencana melaporkan pihak pengembang dan juga BP Batam ke Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Pusat.

Hal ini terkait rasa kekesalan warga yang hingga saat ini masalah banjir di Tiban Koperasi dan lahan kolam resapan air yang belum juga dikembalikan sesuai kesepakatan dan ditangani dengan baik.

"Padahal kita sudah selalu menyampaikan hal ini dengan pihak pengembang dan BP Batam agar kolam resapan air dikembalikan lagi. Tapi tidak seperti kesepakatan," kata Anto Sujanto Perwakilan warga dan juga ketua penanggulangan banjir di Tiban Koperasi, Sabtu (8/9/2018).

Baca: WASPADALAH! OJK Temukan 407 Fintech P2P ilegal. Kebanyakan Tawarkan Pinjaman Dana

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Begini Cara Penjahat Bobol Kartu Kredit Nasabah

Baca: WAJIB TAHU! Jauhi Daging Ayam dengan 4 Ciri Berikut. Bisa Bahayakan Kesehatan

Menurut mereka, hal yang dilakukan BP Batam tidak sesuai yang diharapkan dan sesuai kesepakatan.

"Karena mereka membuat kolam resapan air di samping sekolah Kasih Karunia, dan kolam yang dibuat itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak bisa juga menangani banjir dalam jangan waktu panjang," tutur Anto.

Anto juga memberitahu, selain itu warga juga selalu ada rasa kawatir terus menerus di tengah curah hujan di Wilaysh Sekupang. Karena banjir susulan akan terjadi di saat hujan turun.

"Seperti contohnya Jumat (8/9/2018) kemarin banjir susulan masih terjadi di pemukiman kami. Padahal pihak BP Batam sudah membuat kolam resapan air yang tidak sesuai kesepakatan di samping sekolah kasih karunia, tapi tetap banjir dan tak ada hasil sama sekali,"terangnya.

Anto juga menyampaikan, bahwa semua laporan yang dialami warga beserta kerugian, material dan kekawatiran maupun lainnya akan disampaikan ke pihak PPLH.

"Karena pemukiman kami sudah beberapa kali dilanda banjir, dan rasa kekawatiran itu selalu menghantui warga. Maka dari itu, kami akan terus berjuang sampai kolam resapan air kami dikembalikan seperti semula,"tuturnya.

Dia juga berharap Kepala BP Batam bisa turun langsung ke lapangan. Supaya bisa langsung mengetahui dan melihat bagaimana kondisinya dilokasi dan bisa menampung aspirasi warga terhadap masalah banjir secara aktual langsung dilapangan. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer