Kanal

Terkiat Drop Out Parkir, Amsakar Akan Sosialisasi Selama 3 Bulan

Salah satu lokasi parkir di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). - Dokumen Tribunnews batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Perihal Peraturan Daerah (Perda) parkir drop out yang sudah dikeluarkan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan sosialisasi kepada masyarakat selama kurang lebih tiga bulan. Padahal seteah disahkan, maka saat itu diasumsikan masyarakat harus mengetahui peraturan tersebut.

"Kalau hari ini masih ada orang yang belum sejalan dengan aturan itu, karena memang tenggang sosialisasinya itu belum selesai. Atau saya pikir Dinas Perhubungan belum lakukan sosialisasi,"ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achamad, Senin (10/9/2018).

Amsakar menyebutkan teknis sosialiasi ini tidak hanya dilakukan khusus untuk lingkup internal saja. Melainkan harus ke eksternal masyarakat luas.

"Karena kalau masyarakat memahami perda tersebut tentu sewaktu diminta bayar tak akan mau membayar," katanya.

Baca: Pawai Obor dan Drum Band Semarakkan Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram di Batam

Baca: Data Ganda Pemilih 10.798, Berikut Temuan Bawaslu Batam di Setiap Kecamatan

Baca: Ibu dari BMKT Tanjungpinang Ini Bisa Buat Tas Berbahan Tali Kur, Begini Hasilnya

Sementara itu, perda tersebut juga harus diturunkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako). Hingga saat ini Perwako-nya belum juga dibuat dan prosesnya masih menyusul.

"Saya kira bukan sesuatu yang harus dikontroversikan diruang publik hanya karena persoalan sosialisasinya belum berjalan. Petugas parkir, pemilik mal, masyarakat harus disosialisasikan," sesal Amsakar.

Amsakar akan perintahkan Dishub untuk sosiasisasi. Terkaut ajak atau retribusi, kata dia, wajib segera disosialisasikan.

Sementara itu perihal drop out 15 menit ini bakal berpotensi pendapatan pajak bakal hilang. Namun Amsakar mengaku belum menghitungnya secara detail.

"Kalau itu saya belum hitung. Para anggota dewan pasti sudah mencermati semuanya. Karena mereka punya Pansus, memantau dilapangan, menyerap aspirasi dari masyarakat. Jadi saya positif thinking saja," tuturnya.

Amsakar menambahkan soal untung dan rugi pasti sudah didiskusikan secara dalam. Memang secara umum terkait pendapatan, Pemko Batam berharap bisa meningkat. Namun kalau membebankan masyarakat bisa kita tunda pemberlakuannya.

Sebelumnya setelah Ranperda tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir dirampungkan dan disetujui oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kini parkir drop out selama 15 menit tak perlu membayar. Demikian hal ini diatur dalam pasal 20 ayat D.

Pasal ini menyebutkan tidak dikenakan tarif parkir apabila masuk dan keluar area layanan parkir selama 15 menit. Peraturan ini sudah berlaku dan ditandatangani Nurdin sejak (23/4/2018) lalu. Artinya, kendaraan yang hanya mengantar penumpang baik itu ke mall, pelabuhan, rumah sakit, bandara, dan instansi lainnya selama 15 menit, dibebaskan membayar biaya parkir.

"Dalam pembahasan ini kita mengundang pihak swasta pengelola parkir dan mereka setuju," ujar Sekretaris Pansus Ranperda Parkir Kota Batam, Udin P Sihaloho. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto

VIDEO Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan

Berita Populer