Kanal

Valentino Rossi Malu Gagal Lagi, Kenapa Cuma Yamaha yang Bermasalah? Begini Kisahnya

Valentino Rossi - TWITTER/YAMAHAMOTOGP

Benar atau tidak rumor tersebut memang belum terbukti hingga sekarang kendati hal itu sangat mungkin. Toh, mereka sama-sama perusahaan Italia.

Namun ada pengembangan lain yang dilakukan The Reds yang tak kalah pentingnya, terutama sejak pertengahan musim MotoGP 2017 lalu.

Ducati melakukan modifikasi sayap atau fairing yang lebih lebar agar motor bertenaga besar itu bisa mengimbangi kelincahan Yamaha dan Honda di tikungan.

Sementara Honda menggunakan taktik lain, yakni mencari eks karyawan Magneti Mirelli untuk dipekerjakan di tim mereka.

Cara ini juga ampuh karena mereka bisa menyesuaikan perangkat ECU baru itu dengan set up motor.

Bahkan, Honda justru semakin sulit disaingi oleh pebalap lain, terutama Marc Marquez, yang selalu melakukan cara menarik untuk memaksimalkan motornya.

Seperti diketahui, Marquez adalah pebalap yang paling sering jatuh di saat latihan bebas karena ia selalu memaksimalkan daya dorong motornya di tikungan sekuat yang dia bisa.

Bahkan kalau perlu tidak menginjak rem saat menikung agar tidak kehilangan troksi motor.

Hingga saat ini, Marc Marquez adalah satu-satunya pebalap yang bisa menikung dengan kemiringan 60-62 derajat, termasuk manuver mengandalkan lutut untuk menjaga motor tak jatuh.

Tech 3 dan ban Michelin

Masalah semakin bertubi-tubi karwna sejak tahun 2016 juga, MotoGP menggunakan ban baru, Michelin sehingga pekerjaan rumah tim mekanik semakin banyak.

Meskipun tim setelit Yamaha, Tech3 berhasil mengatasi masalah elektronik, tetapi mereka justru keteter dalam menjaga performa ban dari awal hingga akhir.

Lihat saja Johann Zarco yang selalu tampil impresif saat latihan bebas hingga kualifikasi, bahkan bisa meninggalkan lawan dalam setengah balapan, namun akhirnya menyerah di setengah balapan terakhir.

Sepanjang 2017, Johann Zarco mencatat dua kali fastest lap dan tiga kali naik podium meskipun belum pernah meraih juara.

Posisinya di klasemen di urutan ketujuh, hanya satu tingkat di bawah Rossi.

Pembedanya, Zarco adalah pebalap rookie yang baru naik kelas dari Moto2 sehingga dari segi pengalaman sangat jauh dibandingkan Rossi.

Bahkan, jika melihat statistik tahun 2017, Marc Marquez lebih sering memimpin balapan di 10 akhir tersisa. 

Pertanyaannya, apakah Yamaha bisa comeback tahun 2019?

Banyak yang pesimistis soal hal ini. Selain mereka belum bisa mengatasi masalah ECU, mulai balapan 2019, Dorna juga menyeragamkan IMU seluruh motor.

Selain itu, Tech3 juga akan pindah ke KTM sehingga Yamaha harus bekerja lebih keras untuk mempelajari database M1 yang akan ditunggangi Rossi dan Vinales.

Kepindahan Tech3 ini juga kabarnya gara-gara Lin jarvis juga, tidak mau menyamakan motor pabrikan dengan satelit sehingga Tech3 juga tidak mau membagikan data mereka untuk Yamaha.

Sikap keras kepala Jarvis ini banyak dikritik, termasuk oleh Rossi sendiri.

Penulis: Alfian Zainal

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer