Kanal

Anak-anak Suku Laut Biasa Sekolah Pakai Sampan dan Berenang. Belakangan Sering Muncul Buaya

Anak-anak suku laut di Kampung Suku Laut, Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan, menggunakan sampan untuk pergi ke sekolah -

Jamil mengatakan, kondisi keterbatasan akses tak membuatnya patah asa.

Ia bahkan sudah mempersembahkan sejumlah medali untuk Bintan dalam setiap even olahraga. Baik Pekan Olahraga Daerah (Porda) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

Jamil pun kini berencana melanjutkan kuliah S2 di Jawa.

Tapi ada satu harapan dia, kampungnya dibangunkan jembatan permanen untuk mempermudah akses pulang pergi sekolah anak anak Kampung Suku laut dari pulang pergi ibukota Kelurahan Kawal.

"Dulu anak di kampung sana tak begitu peduli sama sekolah. Tapi sekarang banyak yang ingin menempuh pendidikan di SD 006 Kawal. Tapi kendalanya, tak ada jembatan yang menghubungkan kamp[ung kami dengan Kawal,” katanya.

Di musim angin selatan saat ini, kondisi gelombang laut berubah-ubah sehingga kondisi cuaca sedikit riskan.

Tak lama lagi akan masuk angin utara yang paling ditakuti di wilayah Kepri karena ditandai dengan angin kuat.

Selain persoalan angin dan gelombang, Jamil mengatakan, belum lama ini sejumlah anak di kampung suku laut mulai melihat buaya.

Hal ini tentu sangat berbahaya bagi anak-anak yang pergi ke sekolah karena buaya muara berukuran cukup besar.

"Beberapa hari ini ada yang melihat buaya di laut, ini sangat memprihatinkan,"kata Jamil.

Jamil berharap pemerintah membangun jembatan penghubung dari Kawal ke Kampung Suku Laut sebelum ada korban.

Menurutnya, keberadaan jembatan penghubung tak hanya untuk mempermudah akses pendidikan, tapi untuk kebutuhan warga lainnya.

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer