Kanal

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Denpasar ke Lombok

Ilustrasi pesawat Lion Air -

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mengulas Bali sebagai tujuan wisata unggulan adalah salah satu rekomendasi yang wajib masuk dalam daftar rencana liburan. Destinasi berjuluk “Pulau Dewata” ini sudah tekenal memadukan unsur tradisional dan gaya modern yang menyatu bersama alam sekitarnya.

Beranjak dari Bali, travelers dapat mengeksplorasi destinasi moncer yang konon masih menyimpan kekayaan wisata tersembunyi, seperti halnya Lombok.
Pulau yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mendapat sebutan “Paradise of Island” bahkan dikenal saudaranya Bali.

Beragam tujuan destinasi itulah yang menanti untuk dikunjungi. Pelancong saatnya dimudahkan untuk menuju kedua kota tersebut. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group akan menambah frekuensi penerbangan langsung Denpasar ke Lombok.

Layanan penerbangan tambahan dimulai pada 7 September 2018. Lion Air menggunakan nomor JT828 yang berangkat dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS) pada 10.30 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Lombok Praya (LOP) pukul 11.00 WITA.

Untuk rute sebaliknya, Lion Air bernomor JT829 lepas landas dari Lombok Praya pukul 11.40 WITA, kemudian diperkirakan mendarat pada jadwal kedatangan pukul 12.10 WITA di Bali.

Penambahan frekuensi terbang Denpasar ke Lombok, akan melengkapi penerbangan yang sudah beroperasi saat ini, yaitu Lion Air dua kali setiap hari dan Wings Air satu kali per hari.

Peningkatan jumlah penerbangan di kedua destinasi popular adalah bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodir tingginya tren traveling guna menghubungkan Bali dan Lombok, dengan diikuti minat bepergian dari kalangan muda, milenial.

Memperkuat jaringan di Lombok juga sebagai langkah Lion Air sejalan upaya mendukung program pemerintah guna pemerataan ekonomi dan menyokong Kementerian Pariwisata RI untuk pencapaian 17 juta wisatawan menuju Indonesia, termasuk pengembangan destinasi "10 Bali Baru".

Sepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas sejak 2016 salah satunya Mandalika Lombok (NTB).
Kehadiran jadwal tambahan satu kali Denpasar ke Lombok, diharapkan memberikan keuntungan bagi wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnus), pebisnis dan masyarakat setempat, terutama dalam kemudahan melanjutkan perjalanan udara (connecting flight).

Melalui Lombok Praya, bisa mengunjungi kota-kota seperti Semarang, Bima, Sumbawa, Kupang, Banjarmasin dan destinasi eksostis lainnya di gugusan Nusa Tenggara.

Demikian juga sebaliknya, setelah menghabiskan waktu liburan maupun bisnis di Lombok dapat meneruskan penerbangan dengan singgah terlebih dahulu di Bali untuk menuju berbagai kota, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Kupang, Semarang, Jakarta, Bandung, Makassar dan rute terbaru yang dilayanai secara langsung ke Manado.

Dalam menggeliatkan traveling kota tujuan Denpasar dan Lombok, Lion Air menawarkan pengalaman terbang dengan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 (180 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi) atau Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi).

Lion Air memproyeksikan pertumbuhan trafik khususnya wisatawan di Bali dan Lombok akan terus berkembang, seiring berbagai inisiasi maupun kolaborasi pemerintah, maskapai, perhotelan, pengelola bandar udara, pelaku industri wisata, dengan dukungan dari banyak pihak.

Menurut Badan Pusat Statistik Bali, kedatangan wisman ke Bali pada Juli 2018 mencapai 624.366 kunjungan, dengan melalui bandar udara 624.337 kunjungan. Jumlah wisman Juli 2018 naik sebesar 14,66% dibandingkan catatan Juni 2018.
Sebagai informasi, data perkembangan lalu lintas penumpang PT Angkasa Pura I cabang Denpasar tercapat pada 2017 yaitu 21.047.746 orang atau tumbuh 5,23% dari tahun sebelumnya 20.001.275 orang.

Untuk jumlah penumpang di Lombok Praya meningkat 4,92% dengan total 3.589.812 penumpang di 2017 bila dibandingkan pada 2016 yang mencapai 3.421.584 orang. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Rimna Sari Bangun

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer