Kanal

CPNS 2018 - Para PTT Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, Ini Jawaban Sekdaprov Kepri

TS Arif Fadillah, Sekdaprov Kepri - TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Seleksi CPNS akan dibuka lewat website resmi di sscn.bkn.go.id mulai 19 September mendatang.

Pemprov Kepri juga mendapatkan jatah 192 formasi untuk rekrutmen t CPNS tahun 2018 ini.

Lantas bagaimana nasib pegawai tidak tetap (PTT) yang sudah lama mengabdi di Pemprov Kepri?

Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah mengaku hingga kini belum mendapat arahan dari pemerintah pusat seputar kemudahan bagi para PTT untuk mengikuti proses penerimaan CPNS kali ini.

Pertanyaan tersebut menyusul adanya reaksi dari para pegawai tidak tetap (PTT) menjelang mulainya proses penerimaan CPNS di lingkup Pemprov Kepri, para pegawai tidak tetap (PTT) mulai bersikap.

Baca: CPNS 2018 - Bisa Daftar Lewat sscn.bkn.go.id, Pemprov Kepri Siapkan 100 Formasi Untuk Guru

Baca: PT Dynakes Batam Buka Lowongan Untuk Ratusan Pencaker. Cek Syaratnya Disini

Baca: 7 Hari Lagi, Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id. Pemprov Kepri Buka 192 Formasi

Para pegawai yang sudah mengabdi di Pemprov Kepri selama bertahun-tahun ini menghendaki agar mereka diberi kemudahan untuk diangkat menjadi PNS tanpa melalui tes.

"Sama saja. Kami selama ini sudah mengabdi. Kami juga sudah tahu cara kerja di pemerintahan," ungkap Avita Ully kepada TRIBUNBATAM.id.

Ully menjelaskan, ada banyak PTT yang hingga saat ini menunggu untuk diangkat menjadi PNS. Namun, pengangkatan itu tidak kunjung dilakukan setelah ada pengangkatan pada 2005 dan terakhir 2011 silam.

"Kami dengar, pemerintah lebih mementingkan ijazah S2. Lalu nasib kami bagaimana. Apakah tetap PTT terus," keluh Ully.

Bertolak dari sikap tidak setuju ini, Ully lalu mulai berkomunikasi dengan sesama PTT lainnya. Mereka berencana akan mengadukan nasibnya tersebut kepada Sekdaprov Kepri atau Gubernur Kepri. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer