Kanal

Curi Sejumlah Barang dari Dalam Mobil, Empat Anak Ini Diamankan Polisi

Pelaku Pencurian - TRIBUNBATAM/ISTIMEWA

TRIBUNBATAM.id BATAM - Polsek Batam Kota mengamankan empat orang anak dibawah umur terkait kasus pencurian dengan pemberatan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial MA (13), HF (14), AZ (14) dan ASS (15).

Para pelaku ini mengincar perumahan mewah yang ada di Batam. Mereka masuk ke dalam perumahan dengan cara memanjat pagar sekitar pukul 01.00 dinihari ketika sekuriti perumahan lengah.

Setiba di dalam perumahan, mereka kemudian menyisir mobil-mobil terparkir yang tidak terkunci. Saat itulah dia mengambil beberapa barang di dalamnya.

Apapun yang ada di dalam mobil mereka ambil, Seperti uang receh, sepatu, sandal bahkan makanan yang ada di atas mobil.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Rabu (12/7/2018) malam mengatakan, beberapa waktu lalu kasus ini sempat Viral di media sosial. Karena dalam satu komplek sampai tujuh mobil yang jadi sasaran.

"Semua pelaku adalah anak dibawah umur. Mereka beroperasi biasanya dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Memang mereka mengincar mobil parkir yang tidak terkunci," kata Andri.

Baca: Satatus Pajak Kendaraan Dua Tahun Mati. Apakah Dihapus dari Regident, Berikut Penjelasan Dirlantas

Baca: Daging Beku yang Masuk ke Karimun Ternyata berasal dari USA

Baca: PT Nagano Drilube Indonesia Tutup, Dewan Sesalkan Tidak Ada Pengawasan BP Batam dan Pemko Batam

Dari pemeriksaan pelaku, uang hasil curian tersebut mereka gunakan untuk bermain warnet. Karena kasus ini sempat Viral, Andri berharap masyarakat juga lebih wasapada. Jangan pernah lengah walaupun tinggal di lingkungan perumahan elit sekalipun.

Dalam kasus ini, Polsek Batam Kota sudah melakukan mediasi kepada para orang tua pelaku. Mediasi ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus.

Dari empat orang pelaku, dua pelaku yang orang tuanya di hubungi pihak sekolah tidak mau datang untuk mediasi. Alasanya, orang tua pelaku sudah tidak bosan melihat kelakuan anaknya yang sering melanggar hukum.

"Karena orang tuanya tidak mau, kami serahkan ke KPPAD Kepri. Dan mereka akan di titipkan di Rumah Perlindungan Sosial Anak kawasan Nongsa," tegas Andri.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Zabur Anjasfianto

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer