Kanal

Daftar Pemilih Ganda di Anambas Tembus Angka 1.098. Ini Langkah yang Dilakukan KPU

Ilustrasi. Petugas KPU Kota Batam menunjukkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang berisikan ribuan nama dengan alamat yang sama di Kantor KPUD Kota Batam. - Tribun Batam/Argianto DA Nugroho

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas mengundang Bawaslu, Disducapil dan perwakilan partai politik, serta PPK dan PPS.

Langkah ini dilakukan untuk menyikapi temuan daftar pemilih ganda oleh Bawaslu di Anambas yang menembus angka 1.098 orang. Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Anambas Jufri Budi mengatakan, rapat koordinasi tersebut dilakukan sekaligus menyisir temuan daftar pemilih ganda itu.

Baca: Mencengangkan Bawaslu Temukan 10 Ribu Pemilih Ganda Masuk di DPT Kota Batam. Ini Kata KPU Batam

Baca: Bawaslu Batam Klaim Temukan 10 Ribu Pemilih Ganda di DPT Batam, Begini Penjelasan Nopialdi

Baca: Dari DPS, KPU Batam Temukan Pemilih Ganda

Menurutnya, terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi oleh PPK maupun PPS dalam melakukan proses pendataan. Salahsatunya mengenai ketersediaan layanan komunikasi yang menurutnya sangat terbatas.

"Mereka (PPK dan PPS) sudah berupaya maksimal. Pada prinsipnya, kalau temuan Bawaslu tersebut benar, maka kami akan menghapus data pemilih ganda identik itu dengan disaksikan oleh partai politik dan Bawaslu. Hanya saja, ini kan perlu kesepakatan bersama," ujarnya Rabu (12/9/2018).

Ia menjelaskan, selain ada pemahaman dari anggota PPK maupun PPS yang khawatir mendapat ancaman pidana karena menghilangkan data pemilih dan menunggu adanya rapat koordinasi, pihaknya juga menyayangkan minimnya kesadaran masyarakat yang tidak menginformasikan kepindahannya ke perangkat lingkungan seperti RT maupun RW.

Rekomendasi yang diberikan partai politik dalam daftar pemilih ganda ini pun, menurutnya minim di Anambas. Ini menurutnya jauh berbeda dengan sejumlah kabupaten/kota yang memberikan rekomendasi.

"Masih ada proses penyempurnan data. Ini masihbisa dilakukan hingga tanggal 16 September 2018 mendatang. Oleh karena itu, masyarakat yang sudah memiliki KTP eletronik namun belum terdaftar di DPT untuk bisa berkoordinasi dengan PPK maupun PPS di tempatnya masing-masing," bebernya.

Liber Simare Mare Komisioner Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, temuan daftar pemilih ganda tersebut meliputi dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama namun berbeda orangnya, kemudian ada juga ditemukan nama dan NIK yang sama terdaftar pada dua TPS yang berbeda.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer