Kanal

PT Nagano Drilube Indonesia Tutup, Dewan Sesalkan Tidak Ada Pengawasan BP Batam dan Pemko Batam

PT Nagano Drilube Indonesia - TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Kasus PT Nagano Drilube bukanlah kasus pertama yang terjadi di Batam. Pemilik perusahaan kabur dan meninggalkan hak-hak karyawan yang belum dibayarkan. Tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya pun begitu. Ada perusahaan yang kabur dan berimbas bagi karyawan yang ditinggalkan.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemko Batam dan dari PTSP Badan Pengusahaan (BP) Batam.

"Kasus seperti ini kan bukan terjadi satu atau dua kali. Ada apa dengan tugas dan fungsi dari pemberi izin dan pengawasan. Mereka seperti kerja sendiri-sendiri," kata Udin kepada Tribun, Rabu (12/9/2018).

Iapun tak tahu, sebenarnya sejauh mana pengawasan yang dijalankan kedua instansi pemerintah tersebut. Tahu-tahu, pemilik perusahaan kabur lagi.

"Kami juga sesalkan dari pihak pengelola kawasan. Kalau benar perusahaan itu mau tutup, pengelola mestinya bisa memahami ritme, gejala perusahaan mau kolaps. Paling tidak tiga bulan terakhir," ujarnya.

"Kami sesalkan tidak ada hubungan yang baik antara pengelola kawasan, Dinas Tenaga Kerja khususnya di bagian pengawasan, dan dari DPM PTSP Pemko Batam dan bagian penanaman modal di BP Batam," sambung Udin.

Baca: Dua Jamaah Haji Asal Karimun Tidak Bisa Ikut Dalam Rombongan Pulang

Baca: PT Nagano Drilube Indonesia Mendadak Tutup, 54 Karyawan Bawa Keluarga Kemping Jaga Aset

Baca: PT Nagano Drilube Indonesia Tutup dan Pemilik Kabur, Ini Kata BP Batam

Sementara itu, General Manager Affair Batamindo, Tjaw Hioeng mengatakan, dari informasi yang didapatnya, Presiden Direktur PT Nagano Drilube sudah hilang komunikasi sejak seminggu lalu, tepatnya Selasa (4/9/2018).

"Kemungkinan finansialnya tidak sehat. Makanya presdir-nya menghilang," kata Ayung.

Meski begitu, dari pihaknya tidak melihat ada gelagat yang aneh dari perusahaan tersebut. Terlihat biasa-biasa saja. PT Nagano Drilube merupakan perusahaan subkon asal Jepang yang bergerak di bidang coating atau pengecatan. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak 1996 lalu.

"Aneh bagaimana. Biasa saja," ujarnya.

Dari manajemen perusahaan sempat berkomunikasi dengan presdir lewat media sosial, beberapa hari lalu. Mereka meminta pertanggungjawaban terkait gaji karyawan. Namun hingga saat ini belum ada respon dari induk perusahaan di Jepang.

"Presdir-nya hanya pekerja, sedangkan pemilik perusahaan ada di Jepang," ujarnya.

Ia berharap Pemko Batam dan BP Batam bisa ikut membantu memperjuangkan nasib karyawan yang ditinggalkan. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto

VIDEO Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan

Berita Populer