Kanal

Saluran Drainase di Depan Kantor Lurah Tanjunguncang Sering Banjir saat Hujan

Jalan tergenang banjir saat hujan turun di depan kantor kelurahan tanjunguncang -

TRIBUNBATAM,id.BATAM - Banjir yang terjadi di depan Kantor Lurah Tanjunguncang setiap kali hujan deras turun, akan dinormalisasi pihak kecamatan Batuaji bekerja sama dengan Dinas Bima Marga Kota Batam.

Camat Batuaji Ridwan menyebut  di Kecamatan Batuaji terus melakukan normalisasi saluran, terutama di lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir.

Untuk jalan raya yang berada di depan Kantor Lurah Tanjunguncang nantinya akan dilakukan normalisasi saluran setelah selesai dari Tanjunguncang.

Baca: Hujan Deras Membuat Pohon Tumbang di Jalan Simpang Polsek Batuaji

Baca: Bikin Ngakak! Pria Ini Sindir Pemda dengan Menyelam di Tengah Banjir Jalan Raya

Baca: Rawan Banjir saat Hujan, Ini Dia Wilayah Batam yang Masuk Prioritas Normalisasi Drainase

"Sekarang alat berat masih kita kondisikan untuk melakukan normalisasi di daerah Tanjunguncang, nanti setelah selesai dari sana kita akan coba cek apa permasalahan di depan kantor lurah Tanjunguncang,"kata Ridwan.

Selama ini jalan R.Suprapto yang ada di depan Kantor Lurah Tanjunguncang, selalu tergenang setiap kali hujan deras turun hal tersebut terjadi semenjak dilakukannya penimbunan lahan yang ada di depan Kantor lurah Tanjunguncang.

Banjir di jalan R Suprapto tingginya hampir setengah betis orang dewasa, kecilnya saluran drainase penerimaan air membuat air hujan tumpah ke jalan raya.

Seringnya banjir di jalan yang ada di depan RSuprapto, sangat disesalkan oleh pengendara pasalnya jalan tersebut merupakan jalan arteri bagi pekerja di Tanjunguncang, begitu juga sebaliknya.

Pengendara berharap agar pemerintah memperbaiki saluran drainase di depan Kantor lurah Tanjunguncang.

"Ini kan jalan umum, bukan hanya pekerja yang melintas investor juga melintas, kalau seperti ini bagaimana nantinya pengusaha mau menanankan modalnya,"kata Aprizal. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sihat Manalu

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer