Yang Tersisa dari World Cup 2010 (2-Habis)

Berdandan ala Orang Afrika Selatan

Tibalah saat yang kami nantikan. Tepat tanggal 16 Juni 2010, kami berangkat ke Afsel melalui Bandara Ngurah Rai Bali menuju Thailand.

Berdandan ala Orang Afrika Selatan
Wiwit Tirayoh foto bersama supporter bola di Arika Selatan

TIBALAH saat yang kami nantikan. Tepat tanggal 16 Juni 2010, kami berangkat ke Afsel melalui Bandara Ngurah Rai Bali menuju Thailand.

Dari Thailand kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang sama (Thai Airways) ke Johanesburg. Dari sekian penumpang yang berangkat ke Johanesburg, tak semuanya dengan tujuan yang sama, nonton bola.

Kali pertama menginjakan kaki di Johanesburg, kami merasakan kedinginan. Maklum, suhu udara ketika itu mencapai sembilan derajat. Walau begitu, hati saya dan suami merasa senang.

Sayangnya kami hanya membawa cardigan saja. Karena itu kami akhirnya membeli jacket Brasil dan England, walaupun gak sempat nonton England. Hari pertama menikmati Kota Johanesburg, kami sempatkan mencari makanan. Kesan kami, kota ini sangat bersih.

Masyarakatnya cukup tertib, toiletnya bersih. Dan ngantri di toilet juga terlihat rapi. Ada juga yang menarik, semua rumah di sana pake electric fense. Dan di sana tertulis nama securitas yang memasang electric fense.

Sedangkan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas disana, kami membawa tas dan di dalam tas tedapat dompet serta kamera. Kami mendapat tips dari penduduk sekitar, berdandanlah layaknya orang South Afrika. Kedua, jangan tunjukkan kalian punya kamera. Jadi kamera tidak sembarangan kami pergunakan, hanya di lingkungan stadion saja.

Kami juga meninggalkan kartu ATM dan paspor di apartemen. Untuk kebutuhan mendadak, kami hanya membawa satu ATM dan satu kredit card kalau keluar rumah agar kalau hilang atau dicuri tidak hilang semua. Alhamdulillah kami tak mengalami kehilangan barang selama di Afsel.

Kami menginap di apartemen milik pribadi penduduk Afsel di daerah Cyrildene. Apartemen ini tidak untuk umum, private dan disewakan oleh pemiliknya yang kebetulan berprofesi sebagai  wartawan di Sunday Times.

Untuk menuju Elispark jaraknya hanya 5 Km dari tempat tinggal saya. Sedangkan kalau dari Johanesburg ke Pretoria jaraknya mencapai sekitar 100 Km dan dapat ditempuh dengan naik kereta api. Khusus buat penonton pertandingan sepak bola yang memiliki tiket, maka gratis buat para penumpang kereta api asal mereka menunjukkan tiket masuk ke stadion. Begitu juga ketika naik bus.

Saat memasuki stadion, wow... tempat duduknya ribuan dan para penjaganya pria dan wanita dan umumnya berkulit hitam. Mereka sangat ramah dan tegas. Semua tas yang dibawa penonton, satu persatu diperiksa. Stadion yang kami masuki kali ini terpelihara dengan baik dan warnanya merah bata.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved