Gunung Sinabung Meletus
Penerbangan Perintis ke Sibolga dan Nias Lumpuh
Gunung Sinabung yang kembali meletus, Senin pagi (30/08/2010) membuat penerbangan perintis ke Sibolga dan Nias lumpuh.
TRIBUNNEWSBATAM, MEDAN- Gunung Sinabung yang kembali meletus, Senin pagi (30/08/2010) membuat penerbangan perintis ke Sibolga dan Nias lumpuh. Debu vulkanik yang bergerak ke arah Sibolga adalah penyebabnya.
Sejak hari Minggu kemarin (29/08/2010) penerbangan perintis Susi Air sudah menghentikan operasinya. Debu letusan Sinabung yang mengandung kerikil dan partikel-partikel vulkanis dianggap membahayakan pesawat-pesawat berbadan kecil.
Humas PT. Angkasa Pura II, Firdaus, mengatakan dampak debu vulkanik memang membuat penerbangan menuju Sibolga dan Nias berhenti operasi. Keputusan mengenai penerbangan ke dua tempat tersebut menjadi kebijakan masing-masing maskapai. Tiap maskapai bisa memutuskan apakah harus menunda penerbangan atau memutar jalur yang lebih jauh.
"Untuk penerbangan ke Nias dan Sibolga itu kita sudah ada ahlinya. Kami sudah koordinasi dengan BMG," ujar Firdaus.
Perihal debu vulkanik,Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Polonia Medan, Firman, menjelaskan kalau saat ini debu-debu memang bergerak ke arah Sibolga dan Nias.
Menurut informasi yang baru saja ia terima, saat ini jarak pandang ke Sibolga dan Nias adalah 5000 meter. Jarak ini masih aman untuk penerbangan, namun angin yang membawa partikel Gunung Sinabung sangat membahayakan pesawat komersil. Terutama untuk pesawat-pesawat berbadan kecil seperti milik maskapai Susi Air atau Merpati.
Dari deteksi Volcanic Ash Advise Centre (VAAC) melaluli satelit, tampak semburan debu vulkanik Gunung Sinabung tidak terlalu tinggi. Ini artinya aman untuk penerbangan pesawat-pesawat badan besar, tapi tidak untuk pesawat kecil.
"Apabila ditanyakan apakah ada debu yang menggumpal atau tidak, maka itu harus dikoordinasikan dengan penerbang, karena mereka yang melihat langsung. Sebab semburan debunya rendah, sulit terdeteksi dari satelit," kata Firman.(*)