Pesawat Jatuh
Pesawat yang Ditumpangi Renny Masih Prima
Secara teknis, kondisi pesawat yang ditumpangi Renny dalam kondisi prima.
TRIBUNNEWSBATAM, BOGOR--Arvan, rekan sesama penerbang Renny Widodo, pilot pesawat nahas yang jatuh di persawahan Desa Wates Jaya, Cigombong, Bogor, menuturkan apa yang dialami oleh Renny merupakan musibah yang bisa dialami oleh siapapun.
Secara teknis, kata Arvan, kondisi pesawat yang ditumpangi Renny dalam kondisi prima.
"Saya sendiri tahu, ia mengecek semuanya. Mesinnya ia panaskan, sayap-sayap ia periksa, termasuk semua perlengkapan yang tersedia," papar Arvan ke Tribunnews.com, Senin (6/9/2010).
Adapun Arvan, telah mengenal Renny sejak lima tahun terakhir. Kesamaan hobi terbang, membuatnya dekat dengan pribadi Renny.
"Ia punya dua pesawat. Dua-duanya berjenis trike namun satu buah bertipe Airbone buatan Australia, satu buah yang lain bertipe Cosmos buatan Prancis. Tahun pembuatan disesuaikan dengan pemesanan. Tapi saya yakin, dua-dua pesawat milik Renny masih baik,' paparnya.
Lebih jauh soal pesawat, Arvan memaparkan, pesawat Jenis trike merupakan pesawat yang terhitung mudah dipiloti. Pesawat tersebut hanya butuh landasan sekitar 20 meter hingga 30 meter untuk lepas landas.
Kemudinyapun mirip sepeda motor, dengan kendali gas di tangan sebagai alat pengatur kecepatan dan navigasi.
"Saya yakin ini musibah. Pesawat dalam kondisi prima," singkatnya.
Pesawat bermesin tunggal jenis Trike bertipe Airbone yang nahas tersebut, memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 10 ribu meter atau sekitar 4.000 meter. Pun lazimnya, para glider, sebutan untuk pilot pesawat jenis tersebut, hanya terbang dikisaran 3 ribu kaki hingga 4 ribu kaki atau sekitar 1000 meter.
"Pesawat juga mampu berkecepatan maksimal sekitar 125 Km per jam hingga 175 Km per jam. Hanya mampu terbang selama dua jam karena keterbatasan bahan bakar dan tangki bahan bakar yang kecil," papar Arvan.
Pesawat berjenis itupun dilengkapi dengan bagasi yang mampu mengangkut sejumlah peralatan keselamatan seperti tabunh oksigen dan parasut.
"Pesawat itu sangat nyaman dikendarai. Saat kami terbang berdua, kami bahkan bisa makan, minum, sambil dengarkan musik," pungkas Arvan.