Libur Lebaran 2010

50 Bikers Batam Touring ke Tanjungpinang

Kami dari dua klub motor Anak Racer Kids dan Klub motor Boms

50 Bikers Batam Touring ke Tanjungpinang - 09122010394.jpg
FOTO IST
50 Bikers Batam Touring ke Tanjungping
50 Bikers Batam Touring ke Tanjungpinang - Image0194.jpg
FOTO IST
  


 citizen journalism/ Firman Syah

Sudah bulat tekad kami untuk melakukan touring dari Batam menuju Tanjunguban dan meneruskan perjalanan ke kota Tanjungpinang. Sepeda motor King pun telah  saya lakukan sejak pertengahan Ramadan 2010. Seperti memodifikasi suara knalpot kembali oke.

Saya beserta 50-an pengendara motor sudah kumpul di Ruko dekat Graha Yamaha Batam Centre. Kami dari dua klub motor, yakni Anak Racer Kids dan Klub motor Boms. Sekitar pukul 9.00 kami sampai di Pelabuhan Telaga Punggur untuk bersiap naik ke kapal RORO.

Tapi antrinya lama sekali. Teman-teman sudah pada tak sabar ingin segera menikmati kapal roro, yang biasa digunakan  orang yang mau nyebrang dari Jawa ke Sumatera atau dari Jawa ke Bali maupun Madura.

Hem, ternyatanya kapalnya lambat datang. Mungkin karena hujan lebat tadi siang itu. Kami pun sempat kehujanan sewaktu hampir sampai di Pelabuhan Punggur. Tiket sudah kami beli. Satu motor dengan dua orang harganya Rp 53 ribu. Kalau sendiri Rp 39 ribu. Cukup tunjukkan STNK saja sudah bisa naik kapal roro ini.

Sekitar pukul 13.00 WIB, kami akhirnya berangkat juga. Lega hati ini untuk menikmati sensasi naik kapal roro. "Woi, kita berangkat," kata temanku yang tadi sudah tampak kesal menunggu kapal roro itu.

Ombak yang landai dengan sedikit goyangan betul-betul memberikan sensasi bagiku yang pertama kali naik kapal ini. Kawan-kawan pun sudah sibuk dengan gayanya sendiri. Ada berfoto-foto ria, ada yang hanya sekedar ngorbor, ada juga yang naik turun di dek kapal. Pokoknya seru deh.

Kami akhirnya sampai di Tanjunguban setelah menempuh perjalanan seiktar satu jam lebih. Tak sabar rasayanya ingin cepat-cepat kumpul ama teman-teman klub motor di Tanjungpinang yang sudah menuynggu. Dengan beriringan rapi kami pun keluar dari motor disambut awan mendung. Dalam hati kamipun berdoa agar tidak hujan lebat.

Cuaca memang tidak bisa ditebak. Kami harus beberapa kali berhenti karena hujan dan juga untuk istirahat. Kata temanku, jarak dari Tanjunguban ke Pinang 90 kilometeran. Waw, jauh juga ya?! Entah dimana kami berhenti, saya tidak tahu. Jika komandonya berhendi, saya pun ikut berhenti.

Ya, medan yang berat itu mampu saya lewati dan akhirnya betemu dengan teman-teman Pinang di Bintan Centre. Sebagai salam biker, beberapa atraksi pun dipertontonkan. Ada adu freestyle juga antara pendatang dan tuan rumah. Asyik banget deh walau badan agak terasa capek.

Mungkin ini dulu cerita dari saya karena mau istirahat. Besok kami akan keliling ke beberapa tempat wisata di sini, rencananya juga akan ke Lagoi. Oh ya, dengan iuran Rp 130 ribu kami sudah bisa nginap di hotel. Satu kamarnya berdua.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved