Jumat, 12 Juni 2026

Perampokan Bersenpi di Batam

Kisro Ngokang Pistol di Toilet

Kisro lalu menuju ke toilet umum untuk mengokang pistol milik Marnawi

Tayang:
Kisro Ngokang Pistol di Toilet - IMG00082-20100924-1403.jpg
FOTO UCU RAHMAN/TRIBUN BATAM
Suasana rekontruksi pembunuhan Acai di SP Plaza, Jumat (24/9/2010).
Kisro Ngokang Pistol di Toilet - IMG00056-20100924-1336.jpg
FOTO UCU RAHMAN/TRIBUN BATAM
Kombes Pol Eka Yudha ditemani sebatang rokok mengawasi rekontruksi pembunuhan Acai di SP Plaza Sagulung, Jumat (24/9/2010)
Kisro Ngokang Pistol di Toilet - IMG00088-20100924-1406.jpg
FOTO UCU RAHMAN/TRIBUN BATAM
Suasana rekontruksi pembunuhan Acai di SP Plaza, Jumat (24/9/2010).
Laporan Ucu Rahman Wartawan Tribunnewsbatam

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM-- Inilah versi lengkap rekontruksi pembunuhan Acai bos sembako Pang Jaya di  komplek SP Plaza kecamatan Sagulung, Jumat (24/9/2010)

Dalam rekonstruksi itu,  polisi memeragakan sejumlah adengan, yang diawali Marnawi penjemputan Kisro di Bandara Hang Nadim. Rekontruksi diakhiri dengan proses pelarian Kisro dari gudang kayu hingga menuju ke Pelabuhan Telaga Punggur Kecamatan Nongsa.

Rekontruksi dimulai dengan keterangan  Marnawai sekitar pukul 18.00 WIB pergi ke Bandara Hang Nadim untuk menjemput Kisro.

Setelah bertemu, keduanya lalu menuju ke arah Batuaji. Sesampainya di lampu merah Putri Hijau Sagulung, keduanya turun dari taksi lalu naik ojek menuju ke gudang kayu yang terletak di komplek ruko Batavia. Ditempat ini Kisro lalu menunaikan shalat Isya'.

Kisro lantas menanyakan kepada Marnawi tentang senjata jenis FN yang dijanjikan Marnawi kepada Kisro. Marnawi lalu menujukan senjata itu kepada temannya ini. Marnawi juga menunjukan bagaimana cara mempraktekan penggunaan senjata kepada Kisro, termasuk cara mengokang pistol tersebut.

Setelah dimengerti Kisro cara mengokang pistol, Marnawi pun mengajak Kisro menuju ke lokasi sasaran tempat toko Pang Jaya di SP Plaza, dengan sepeda motor Tiger miliknya.  Kedua tersangka ini, memutari toko milik korban Acai sebanyak dua kali.

Sambil menunjuk tangannya ke arah toko Acai, Marnawi memberitahu sasaran yang akan dirampok kepada Kisro. Setelah Kisro tahu toko mana yang akan ia rampok. Keduanya lalu berhenti di depan Supermarket tepatnya di samping toko mainan anak-anak.

Sekian kalinya Marnawi memberi arahan kepada Kisro siapa sasaran yang akan mereka tujukan. Tak lama sebuah mobil Box milik korban Acai datang. Marnawi lantas menyerahkan pistol miliknya kepada Kisro.

Setelah menerima pistol jenis FN tersebut, Kisro lalu menyelipkannya ke belakang pinggang. Pria asal Kendal Jawa Tengah ini lalu berjalan menuju pasar basah yang lokasinya hanya beberapa meter dari Supermarket.

Kisro lalu menuju ke toilet umum untuk mengokang pistol milik Marnawi, setelah itu Kisro mendekati toko milik korban. Di konter HP yang terpaut satu toko dengan toko korban, Kisro mulai melancarkan aksi peramnpokan.

Acai yang malam itu memegang tas kain warna kuning baru saja selesai menutup tokonya untuk bersiap pulang. Melihat sasaran ada di depan matanya, Kisro berlari mendekati Acai. Pria ini langsung merampas tas yang yang dipegang Acai.

Ternyata Acai sudah mengetahui dan berusaha memegang erat tas ditangannya. Terjadilah aksi tarik menarik antara korban dengan tersangka tepatnya di samping kiri mobil Box. Kebetulan saat itu korban bersama dua karyawannya yakni Deni dan Samsuri.

Korban langsung berteriak meminta tolong kepada dua karyawannya. "Rampok...rampok. Dendi dan Samsuri yang masih berjarak dua meter berusaha mendekati bosnya. Tak lama itulah Kisro langsung menembakkan pistolnya ke arah perut Acai.

Melihat Acai terkapar, Kisro lalu mengambil tas milik korban dan kabur ke arah Kantor Pos. Melihat dua karyawan korban mengejar, tersangka lalu menembakkan pistol ke udara sebagai tanda peringatan supaya Dendi dan Samsuri tidak mengejarnya.

Marnawi yang sudah stanbay langsung menghampiri Kisro untuk meninggalkan lokasi SP Plaza. Keduanya lalu menuju ke gudang kayu, tempat pertama kali Kisro datang. Kisro pun langsung menyerahkan senjata FN itu kepada Marnawi.

Namun ditengah jalan, topi yang dikenakan Kisro terjatuh. Sambil berjalan mengambil topi, Kisro mencoba membuka tas hasil kejahatannya.  Didalam tas warna kuning itu ternyata hanya berisi surat, nota dan dua HP merek Nokia tipe 6120 dan N 73.

Sesampainya di gudang kayu, keduanya lalu masuk ke kamar. Kebetulan di dalam kamar ada salah seorang warga, Marnawi pun mengusir pria tersebut untuk pergi dalam kamarnya. Lalu marnawi membagikan HP korban dimana yang Nokia 6120 warna putih untuk kisro dan yang N 73 untuk Dia.

Lantaran Kisro sudah mempunyai jenis HP yang sama. Tersangka meminta kepada Marnawi supaya HP itu ditukar.Permintaa Kisro ini dikabulkan oleh Marnawi. Kisro lalu membakar kertas, nota dan tas korban di dalam gudang.

Setelah merasa aman, Marnawi menyuruh Kisro untuk tidur di dalam kamar. Keesokkan harinya sekitar pukul 07.00 WIB, Marnawi datang dan membangunkan Kisro yang pagi itu masih tertidur. Setelah itu Kisro meminta uang kepada Marnawi sebesar Rp.200 ribu.  Menggunakan angkutan taksi, Kisro lalu kabur menuju ke arah Pelabuhan Punggur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved