Musim Haji 2010

Jemaah Haji Disarankan Pakai Masker

Umumnya jemaah terserang batuk dan flu karena penyesuaian terhadap cuaca dan udara.

Jemaah Haji Disarankan Pakai Masker
Tribunnews Batam / Istimewa
Jemaah Haji mulai menggenakan masker. Foto Ilustrasi
Laporan Langsung dari Madinah Surya Makmur Nasution

ALHAMDULILLAH jamaah haji asal Kepulauan Riau sudah sampai di Madinah. Suhu udara di Kota Madinah ini diperkirakan 36 sampai dengan  37 derajat celsius. Memasuki hari ke lima musim haji, ratusan ribu jemaah memadati masjid Nabawi. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.

Di Madinah hendak  melakukan "Arbain" atau salat fardu 40 kali atau selama 8 hari  di masjid Nabawi tanpa ada yang terputus. Selama di Madinah, jamaah dari Indonesia juga akan berkunjung ke beberapa masjid lain yang berada di sekitarnya.

Jemaah asal Batam, Tanjungpinang, Lingga, Karimun dan Bintan, alhamdulillah dalam keadaan sehat. Kalau pun ada gangguan kesahatan, masih dapat diatasi. Umumnya jemaah terserang batuk dan flu karena penyesuaian terhadap cuaca dan udara. Ya, adaptasi inilah yang sedang kami lakukan di sini karena perbedaan cuaca di tempat kita di Kepri yang tropis dan di Madinah yang cukup panas.

Jamaah calon haji dianjurkan tim medis menggunakan masker saat keluar dari maktab atau penginapan untuk menghindari gangguan batuk dan flu. Alhamdulillah, kami semua masih bisa melaksanakan ibadah-ibadah dengan seksama dan semoga mendapat ridlo Allah.

Secara bergantian dengan kloter lainnya sesuai jadwal yang telah ditentukan, jamaah calon haji asal Kepri berziarah ke beberapa tempat bersejarah yang ada di Kota Madinah. Jarak tempat tidak terlalu jauh, berkisar antara dua sampai tiga kilometer saja.

Tempat yang dikunjungi pertama kali adalah Masjid Kuba, masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad dengan kaum Ansor (penolong). Kunjungan kedua, masjid Qiblatain (dua kiblat). Masjid ini disebut dua kiblat karena sebelumnya pernah digunakan melaksanakan salat menghadap ke arah Masjidil Aqsa, di Palestina. Setelah turun wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril, akhirnya Rasul SAW memindahkan arah kiblat ke Masjidil Haram.

Kunjungan ketiga ialah ke Jabal Uhud atau Bukit Uhud. Ini merupakan salah satu tempat peperangan antara tentara Islam dengan kafir Qurays. Di tempat inilah paman Nabi, Hamzah tewas terbunuh. Nabi sendiri pada saat itu mengalami luka-luka hingga giginya ada yang copot.

Kekalahan ini bisa terjadi karena sebagian tentara Islam yang diperintahkan Nabi untuk bertahan dan tidak meninggalkan Bukit Uhud, tidak mengindahkan perintah tersebut karena tergoda dengan harta benda, seperti emas dan perak yang sengaja dijebak di lembah Uhud.

Saat ini tidak ada lagi lapak-lapak yang tersisa dari sejarah. Di lembah itu pun sudah tidak tampak lagi bekas atau peninggalan sejarannya kecuali beberapa saja. Akan tetapi, lembah itu penah menjadi saksi bagi sejarah di zaman Rasulullah.

Kami pun beranjak ke tempat lainnya, yakni ke Masjid Abu Bakar Ssshiddiq. Masjid ini dinamakan sesuai dengan nama pendiri yakni Abu Bakar yang dikenal sangat kaya dan sangat gemar bersedekah. Di tanah Arab, pemberian nama masjid biasanya disesuaikan dengan nama pendiri.

Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad wafat. Ia ditunjuk oleh para sahabat menjadi khalifah menggantikan Rasul karena ia pernah menggantikan posisi Nabi menjadi imam ketika Nabi sakit.

Semua masjid yg dikunjungi bentuknya hampir sama menggunakan dua menara di kanan kirinya. Ini merupakan ciri khas arsitektur masjid di sini. Memang cukup berbeda dengan masjid Nabawi yang telah mendapatkan perombakan beberapa kali.

 Di Masjid Nabawi inilah pusat untuk berkumpulnya jamaah sebelum bertolak ke Mekah. Di masjid ini juga kami melakukan ibadah Aribain itu. Semoga ibadah kami diterima Allah.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved