Musim Haji 2010

Jemaah Wanita Sasaran Penipuan

Modus operandinya, penipuan bergaya membantu orang yang dalam kesulitan, dilakukan tidak sendirian, melainkan dengan cara berkelompok

Laporan Surya Makmur Nasution dari Madinah

‎​TRIBUNNEWS BATAM- Jemaah calon haji disarankan agar berhati-hatilah dengan orang yang ingin memberi pertolongan atau bantuan. Tidak semua niat memberi pertolongan itu disertai dengan nawaitu yang ikhlas. Sudah banyak terjadi, JCH tertipu dengan ulah segelintir orang, yang kebetulan umumnya perempuan, memangsa korbannya dengan kedok memberi pertolongan.

‎​Modus operandinya, penipuan bergaya membantu orang yang dalam kesulitan, dilakukan tidak sendirian, melainkan dengan cara berkelompok. Biasanya, kelompok penipu ini memangsa korbannya terhadap JCH perempuan yang sedang kesulitan. Misalnya, kesulitan karena tidak tahu jalan, karena ada barang yang hilang, atau saat dimintai uang dengan alasan tidak mampu.

Biasanya, sebelum mereka memakan korban, satu orang perempuan dr kelompok mereka mendatangi korbannyan tiga atau empat orang lainnya berada di belakang korban. Setelah uang "sedekah" diberi, 1 atau 5 riyal, sang komplotan pun mulai beraksi, dengan cara merebut uang didompet atau merampas telepon genggam.

‎​Dalam sepekan ini, sudah ada JCH asal embarkasi Batam yg menjadi korbannya, di Kloter 2. Tempatnya di jalan raya, sebelum menuju atau sesudah kembali dari solat dari Masjid Nabawi, atau mau pergi berbelanja.

‎​Pengalaman saya pribadi, pernah juga didatangi seorang pemuda belia yang mengaku pelajar atau mahasiswa dengan alasan ketiadaan uang untuk pulang ke tempat kosnya. Ketika ditanya identitasnya, orang itu tidak dapat menunjukkannya. Alasanya, tertinggal di rumah kos

Ingin mengetahui lebih jauh tentang status dirinya, saya pun menanyakan, kenapa tidak bekerja sebagai tour guide saja, seperti pelajar atau mahasiswa lain, ia mengelesn kesulitan dapat izin dari polisi setempat. Padahal untuk jadi penunjuk jemaah, tidak dibutuhkan izin. Cukup dengan memiliki relasi ke trvel-travel. Atau punya relasi dengan kloter, insya Allah akan dapat menghasilkan uang.

‎​Umumnya, kelompok penipu itu memangsa korban di luar masjid. Sebab, di Masjid Nabawi, polisi begitu ramai mengawasi JCH. Bahkan, dua hari terakhir ini, pengamanan di kawasan Masjid Nabawi semakin ketat.

Di luar masjid, seperti di toko2, persimpangan jalan raya, atau emperan kaki lima, terutama jalan menuju maktab atau hotel, ramai dipenuhi polisi.

‎​Pakaian komplotan tsb dg mengenakan pakaian gamis hitam2 dg mengenakan cadar. Umumnya, komplotan ini datang dari luar Madinah.

Sy emenyarankan, agar membawa uang ke luar dr maktab, jangan semuanya dibawa. Lebih baik, ditinggal saja di hotel, dg catatan dimasukkan dalam koper terkunci. Jika hilangnya di maktab atau hotel bisa memberitahukan ke penanggungjawab hotel.

Di kloter 1 saja, sudah ada 5 JCH yg kehilangan dl jumlah ribuan riyal. Hanya saja, terkadang JCH tidak sadar atau tidak tahu kapan uang yg ada dalam saku atau dompet tsb hilangnya. Sebab, ada jutaan manusia yg berkumpul selama proses rangkaian ibadah haji ini.

‎​Bawalah uang pecahan kecil secukupnya, dari 1, 5, sd 10 riyal di dalam kantong agar bila ada yg hilang jumlahnya tidak besar. Sebab, selama 8 hari di Madinah, JCH diberi catering oleh panitia. Semoga bermanfaat, Insya Allah.

Jadi, gak mesti membawa uang dalam jumlah besar. Bila mau berbelanja, pergilah dg membawa 2 teman, agar lebih aman di jalan.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved