Korupsi
Rumor, Pemkab Bintan Keluarkan Rp 90 Juta untuak Tanah Hibah
tiba-tiba pemerintah kabupaten terdengar kabar adanya penyimpangan, kalau lahan seluas 3 hektar tersebut bukan hibah
TRIBUNNEWSBATAM, BINTAN - Niat Pemka Bintan ingin membangun jalan tembus dari Lintas Barat menuju Ibu Kota disambut baik warga Bintan Buyu, dan warga telah mengibahkan tanah seluas 3 hektar. Tapi, setelah proses berjalan, tiba-tiba pemerintah kabupaten terdengar kabar adanya penyimpangan, kalau lahan seluas 3 hektar tersebut bukan hibah, alias ada biaya ganti rugi.
Dugaan ada unsur penyimpangan yang disinyalir permainan dari oknum Forum Peduli Pambanguan Bintan (FPPB). Penyimpangan ini bermula dari runmor yang menyebutkan bahwa tanah yang awalnya sudah dihibahkan oleh sebagian warga setempat, namun belakangan malah digantirugi oleh Pemkab Bintan dengan proses mediasi yang dilakukan oknum FPPB tersebut.
Informasi yang dihimpun Tribunnewsbatam dilapangan lebih kurang ada sekitar tiga hektar luas lahan yang dihibahkan, namun belakangan malah terjadi proses ganti rugi. Ganti rugi tersebut dikeluarkan lebih kurang Rp90 juta dengan permeternya dihargai Rp3 ribu.
Bahkan salah seorang warga yang minta untuk namanya tidak dikorankan, kepada Tribunnewsbatam mengaku uang tersebut bukan malah diserahkan kepada pemiliknya, akan tetapoi uang tersebut malah dibagi-bagi ditingkat pengurus forum dan sebagiannya lagi untuk pejabat setempat,†beber sumber Tribunnewsbatam.
Ditetapkannya Kawasan Bintan Buyu sebagai kawasan Ibu Kota tentunya sangat disambut baik warga setempat, apalagi belakangan sempat terjadi tarik ulur atau negosiasi saat hendak menempatkan kawasan Ibu Kota itu. Seperti pernah direncanakan di kawasan Malang Rapat, Busung dan beberapa daerah lainnya yang juga tidak jauh dari kawasan Ibu Kota sekarang.
Bahkan sebagai rasa meluapkan rasa kegembiraannya itu, sebagian warga rela melakukan penghibaan tanah, hanya untuk mensukseskan pembaungan Ibu Kota Bintan. Diceritakan sumber tadi penghibaan tanah untuk kawasan Ibu Kota Bintan berawal dari Pak Asun yang menghibahkan tanahnya seluas 82 hektar.
Yang kemudian berlanjut dilakukan berbagai wargai setempat, meski tidak seluas lahan yang dihibahkan Pak Asun, namun secara gotong royong warga setempat terus melakukan penghibaan tanahnya, mulai dari satu hektar hinga ada yang menghibahkan tanahnya tiga hektar, dan semua itu langsung di koordinasi oleh pengurus FPPB itu.
“Bagi yang tanahnya luas, menghibahkan tanah juga luas. Tapi yang hanya memiliki sedikit, maka menghibahkan tanahnya juga sedikit,†terang sumber tadi.
Namun lanjut Sumber Tadi, lahan tersebut tidak serta merta berada di tempat yang sama, akan tetapi terpecah-pecah atau di berbagai lokasi, namun masih tetap termasuk di dalam kawasan Bintan Buyu.
Nah dari situlah belakangan terdengar, lebih kurang tiga hektar tanah yang sudah dihibahkan warga itu, ada yang digantirugi untuk pembangunan jalan dari lintas Barat menuju ke Ibu kota. Bahkan pembangunan jalan itu sekarang sedang berlangsung. Ironisnya, tanah itu sendiri tidak dianggap hibah, malah dilakukan proses ganti rugi lahan.
Kepala Desa Bintan Buyu, Kaharuddin yang dikonfirmasi Tribunnewsbatam via selulernya, Kamis (21/10) kemarin dengan tegas membatah runmor tersebut.
“Tidak benar kabar itu, semua lahan yang diganti rugi ada dokumennya dan bisa dipertanggung jawabkan,†kata Kaharuddin.
Meski demikian Kaharudin menyebutkan dalam perkara ini, dirinya hanya menyaksikan saja dan melakukan penandatanganan.