Musim Haji 2010

Sejuta Umat Muslim Sudah di Mekkah

Sejuta Umat Sudah di Mekah

Sejuta Umat Muslim Sudah di Mekkah
Tribunnews Batam / Istimewa
Surya Makmur Nasution ketika beribadah dari Mekkah, Senin (25/10/2010)
Laporan Langsung  Surya Makmur Nasution dari Mekkah

Bak lautan manusia, berbagai bangsa tumpah ruah memadati setiap sudut area Masjidil Haram. Mereka hendak melaksanakan thawaf, sa'i, tahallul, dan aktivitas ibadah lain. Mereka berebut untuk mendapatkan tempat di area yang bisa diistijabah (diterima ibadahnya) oleh Allah. Ya, Majdilil Haram mampu menampung sejuta lebih jamaah sekaligus.

Pada masa Nabi Muhammad luas Masjidil Haram diperkirakan 1490m persegi dan 2000 meter persegi, lalu diperluas pd masa Khalifah Umar bin Khattab dengan penambahan 860Meter persegi (17H/638M). Kemudian diteruskan perluasan masa Khalifah Usman bin Affan hingga masa Raja Fahd, Raja Abdul Azis, hingga masa Raja Abdullah yang telah mampu menampung sejuta lebih jemaah.

Di masa King Malik al Saud saat ini,  tengah disiapkan menara di  Jabal Abi Qubais setinggi 120 meter dengan jam dinding terbesar di dunia. Letaknya berada di timur Masjid Haram. Konon, jam dinding ini melabihi jam dinding Bigben yang terdapat di pinggir kota London, Inggris.

Tumpah ruahnya manusia memasuki Masjidil Haram terlebih dahulu setelah melaksanakan ziarah atau arbain di Masjid Nabawi, Madinah, untuk rangkaian ibadah Umrah. Ibadah Umrah dilaksanakan terlebih dahulu karena ibadah haji yang diambil adalah Haji Tamattuk. Baru kemudian ibadah haji (haji tamattu') sebagaimana yang dilakukan oleh kloter pertama dan kedua dari embarkasi Batam, termasuk saya.

Secara sederhana dapat disebutkan bahwa Haji Tamattu' adalah berihram (pakaian tanpa berjahit berwarna putih) untuk umrah pada bulan-bulan haji (mulai dari hari pertama bulan Syawal sampai terbit fajar pd hari ke 10 bulan Zulhijjah) lalu bertahalul. Kemudian berihram untuk haji dari Mekkah atau sekitarnya pada hari Tarwiyah di tanggal 8 Zulhijjah.

Bedanya, dengan org yg melaksanakan Haji Qiran, yaitu, berihram untuk melaksanakan Umrah dan Haji sekaligus pada bulan-bulan haji, dalam keadaan tetap pakaian ihram, tanpa tahallul. Kemudian, Haji Ifrad adalah berihram utk haji pada bulan2 haji dari miqat (tempat dimulainya niat), atau dari rumahnya bagi yg tinggal di daerah antara miqat dan Mekkah, atau dari Mekkah bagi mukimin, penduduk setempat.

Kemudian ia tetap dalam keadaan ihram sampai hari Nahar, dengan ketentuan membawa besertanya hadyu (hewan sembilihan, red), kalau tidak maka dianjurkan baginya untuk merubah niat hajinya kepada umrah, sehingga jadi haji Tamattu'.

Masjidil Haram (The Sacred Mosque) menjadi pusat perhatian umat Islam di dunia karena di dalamnya terdapat Ka'bah, Baitullah, sebagai tempat untuk melaksanakan Thawaf, dengan cara mengelilinginya sebanyak 7 kali. Rangkaian wajib Umrah Haji, dimulai dari Miqat (Birrali/Dhul Hulaifah Madinah) lalu diteruskan di Mekkah. Untuk melaksanakan thawaf, sa'i dan tahallul.

Selama 24 jam, orang yang berthawaf tiada henti, kecuali pada waktu salat. Sama halnya org melaksanakan sa'i. Tanpa membedakan status dan kelas sosial seseorang, semua jemaah yang melaksanakan thawaf mengucapkan puji-pujian yang sama, yakni, mengagungkan kemahabesaran Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, Allahu Robbul Alamin.

Di tengah terik matahari yang mencapai 40 derajat celsius, tak seorang pun jemaah mengeluhkannya. Panasnya terik matahari terkalahkan dengan kepasrahan memuliakan dan mengagungkan asma Allah SWT. Bibir pecah dan kaki pecah-pecah bukanlah sesuatu jadi penghalang untuk menghadirkan diri di Baitullah.

Jemaah calon haji Embarkasi Batam yang sudah empat hari di Mekkah, sejak Kamis (21/10) lalu, terlihat begitu semangat untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Masjidil Haram. Tiap pagi, jemaah sudah banyak yg bangun antara pukul 02.00-03.00 waktu Mekkah, untuk persiapan menuju Masjidil Haram.

Meski Masjidil Haram telah dipenuhi lautan manusia, tetap saja terasa lapang. Kuncinya adalah berniat ikhlas dan berserah diri secara totalitas kepada Allah SWT. Insya Allah apa pun yg dialami selama melaksanakan ibadah akan terasa menjadi kenikmatan yg tak bisa diungkapkan dan dilukiskan dengan kata-kata. Setiap hari, manusia terus bertambah dalam jumlah besar. Menurut perkiraan sy, diperkirakan sudah ada sejuta manusia yang kini berkumpul di Masjidil Haram.

Agar jemaah haji tidak keliru di Masjidil Haram, sebaiknya mengenali terlebih dahulu pintu- pintu masuknya. Misalnya, Babus Salam, Babu King Abdul Azis, Babu King Fahd, Babu Fath, dan lain sebagainya. Hanya saja, yang paling mudah menandainya apabila sudah di dalam Masjidil Haram ialah mencari tanda lampu hijau, satu-satunya lampu di sekeliling Ka'bah tempat dimulainya Thawaf.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved