Gunung Merapi Meletus

Tentara dan Polisi Ikut Kocar-kacir

Suara dentuman keras saat Gunung Merapi meletus, Sabtu (30/10/2010) dinihari didengar hampir semua

TRIBUNNEWSBATAM, YOGYAKARTA - Suara dentuman keras saat Gunung Merapi meletus, Sabtu (30/10/2010) dinihari didengar hampir semua warga yang tinggal di lereng selatan Merapi, dan itu membuat mereka panik luar biasa. Muji (40), warga Gondang dan Paidi warga Pangukrejo, Desa Umbulharjo, menyebut ledakan itu memicu semua orang lari menyelamatkan diri. 

"Semua mikir sendiri-sendiri cari selamat. Banyak yang terpisah dengan keluarganya. Saya sendiri tidak tahu di mana istri dan anak-anak saya, karena waktu kejadian saya nunggu rumah di atas, keluarga di barak," kata Muji Sabtu pagi di pertigaan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. 

Selain dentuman sangat keras, warga juga ketakutan karena mendengar suara bergemuruh dari arah utara dan datang sangat cepat. "Pokoknya kemrosak (gemuruh) kayak suara batu yang diturunkan dari dump truck," imbuh Muji dan Paidi. 

Gemuruh itu datang sangat cepat dan mengerikan, dan yang diingat Gunadi, juga warga Gondang, seperti mengejar dirinya yang paling akhir lari setelah ia ditinggalkan tetangga- tetangganya di rumah. "Saya tertidur, dan ditinggalkan tetangga. Bangun dan langsung kabur karena atap rumah seperti digerojok pasir," kata Gunadi kepada Tribun. 

Ia memacu kendaraannya di jalan desa yang sudah sunyi dan diguyur abu tebal bercampur pasir. "Mata saya ini sampai pedih, dan sulit melihat jalan saking tebal dan gelapnya abu pasir itu ketika turun menderas. Sampai di barak Umbulharjo, sudah melompong, orang sudah lari semua," imbuhnya.

Sambil bercanda, Gunadi mengumpat kesal karena merasa ditinggal teman-temannya yang sama- sama menjaga rumah berjarak sekitar dua kilometer dari titik pengungsian Umbulharjo. "Sampai dipertigaan ini saya lihat cuma ada dua atau tiga orang yang tersisa, polisi dan tentara aja lari," ungkapnya. 

Barak Umbulharjo sendiri sejak kemarin siang langsung ditutup karena dianggap berbahaya setelah semburan abu panas dan pasir mencapai desa yang terletak sekitar 11 kilometer dari puncak Merapi itu. (Tribunnews.com/Setya Krisna Sumargo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved