Musim Haji 2010

Setelah Setahun, Mekah Diberkahi Hujan Menjelang Magrib

Allah menganugerahi hujan kepada penduduk Makkatul Mukarromah, dan tak terkecuali jemaah haji

Laporan Langsung dari Mekah Surya Makmur Nasution

TRIBUNNEWSBATAM, MEKAH - Subhanallah, walhamdulillah, walailahaillahu akbar. Kota Mekah diguyur hujan pukul 05.10 sore hingga 07.30 malam waktu Arab Saudi pada Selasa (2/11). Semua warga menyambut suka cita peristiwa langka itu. Sebuah penantian panjang dalam kurun satu tahun ini akhirnya datang juga.

Allah menganugerahi hujan kepada penduduk Makkatul Mukarromah, dan tak terkecuali jemaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Di berbagai sudut kota, warga terlihat bergembira. Seorang sopir taksi yang membawa penumpang menuju Masjidil Haram langsung membacakan surat "alfatahihah", sebagai tanda rasa syukur. Banyak orang keluar rumah dan berhujan-hujanan, terutama anak-anak remaja. Seperti hendak merayakan kemenangan dan tak mau ketinggalan, remaja-remaja itu berlari ke sana kemari di jalan-jalan raya.

Hal sama jg terlihat di Masjidil Haram. Khusus di tengah Ka'bah, jemaah bukan malah berlari dr Thawaf, melainkan sambil mengangkat tangan meluapkan kegembiraan dengan menyuarakan takbir dan tasbih sembari menengadahkan wajah ke langit. Bagi jemaah, hujan yg mengguyur deras pd sore hingga Selasa malam itu, sebuah pertanda turunnya rahmat dan kerberkahan dari Allah SWT. Kondisi udara yang semula panas, berubah menjadi teduh.

Salah seorang mukimin mengingatkan agar jemaah haji bersiap-siap menyiapkan jaket dan kaos kaki untuk mengantisipasi akan datangnya musim dingin. Kebiasaan di Mekah, bila hujan telah turun, itu pertanda akan ada perubahan cuaca, dari musim panas ke musim dingin.

Meski hujan yang disertai petir, keadaan jalan malam itu tetap saja dipadati kendaraan yang lalu lalang melintas. Jalan-jalan raya yang semula terlihat berdebu hilang ditelan bumi. Bahkan, di berbagai sudut sekitar Masjidil Haram terlihat ada air yg tergenang. Sampai di pagi hari pun masih ada genangan air di jalan-jalan. Jalanan basah. Udara segar sekitar 27 derajat celsius.

Di kota Mekah, dikenal dua musim, yaitu panas dan dingin. Suhu panasnya bisa melebihi 48 derjen celsius, dan bila musim dingin bisa turun 15 derjat celsius. Suhu rata-rata sepanjang tahun 29,9 sampai 31 derjat celsius. Suhu tersebut termasuk rata-rata tertinggi di dunia. Di daerah khatulistiwa hanya 28 derajat celsius. Hujan sangatlah sedikit. Biasanya dihasilkan dari angin barat laut atau barat daya.

‎​Bila hujan turun deras dalam waktu lama, tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya banjir bandang. Hal itu sebagai pengaruh dari letak geografis kota Mekah yang berpegunungan dan tingkat curah hujannya antara 80 mili meter sampai dengan 125 mili meter.

Peristiwa banjir bandang ini pernah terjadi pada musim haji tahun 2006. Menurut teman saya, Zamroni, selaku Ketua Kloter 1 Embarkasi Batam, di Masjidil haram saat itu kebanjiran, termasuk Ka'bah. ‎Setelah diguyur hujan malam itu, saya melihat, seusai salat fajar/subuh di pagi hari pada Rabu (3/11), udara sejuk dan cerah.

Bulan sabit dikelilingi awan putih di langit biru begitu indahnya. Ribuan Burung layang-layang atau walet terbang sambil berkicau di atas langit Ka'bah, yang dibawahnya jutaan manusia tengah bertasbih, bertahmid memohon ampunan. Saya pun berdoa, semoga Allah menjadikan hujan malam itu sebagai rahmat dan bukan penghalang untuk mengagungkan kebesaran-Mu ya rob. Istajibdu'ana ya Allah.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved