Gunung Merapi Meletus

Petugas Mengaku Terlambat Beri Perintah Evakuasi

Aparat Kecamatan Cangkringan mengakui pihaknya terlambat melakukan evakuasi warga

TRIBUNNEWSBATAM, YOGYAKARTA -Aparat Kecamatan Cangkringan mengakui pihaknya terlambat melakukan evakuasi warga. Ini karena mereka masih menunggu perintah dari atasannya.

"Kami memang terlambat mengungsi, karena harus menunggu perintah atasan," kata Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Cangkringan Hermanto, Jumat (5/11/2010).

Warga dievakuasi mulai pukul 23.30 hingga dini hari. Saat ini warga berada di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Dari Instalasi Kedokteran Forensik RSU dr Sardjito, diperoleh data korban tewas akibat erupsi Merapi hingga pukul 12.00 WIB tercatat 56 orang. Sekitar 68 orang mengalami luka bakar.

Anggota Tim Disaster Victim Indentification (DVI) Polda DIY drg Agung Hadiwijanarko mengungkapkan korban tewas yang dirujuk ke Kedokteran Forensik RSUP Dr Sardjito ada 56 orang.

Korban luka bakar sebanyak 66 orang. "Korban rata-rata kondisinya 50-90 persen luka bakar di tubuh, kaki, hingga wajah," kata Agung kepada Tribun, Jumat siang ini. Dari jumlah tersebut 49 korban berasal dari Desa Argomulyo dan Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Sisanya berasal dari Klaten. Argomulyo berjarak sekitar 18 km dari puncak gunung Merapi, dan masuk dalam wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dan II. " Masih banyak korban yang belum dievakuasi," katanya.
'
Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Cangkringan Herman mengatakan sekitar 27.000 warga sudah diungsikan dari Desa Argomulyo, Cangkringan, setelah diperintahkan Bupati Sleman Sri Purnomo.(Tribun Jogja)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved