Gunung Merapi Meletus

Jangan Percaya SMS Soal Gas Beracun

Memang Merapi memiliki kandungan gas CO dan CO 2. Untuk CO2-nya, gas dari letusan Merapi memiliki kadar 6-8 persen.

TRIBUNNEWSBATAM, YOGYAKARTA - Kepala Balai Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo meminta masyarakat tak mempercayai pesan pendek (SMS) soal gas beracun yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Jangan percaya. Gas Merapi itu tidak mematikan,” kata Subandriyo, Sabtu, (6/11/2010).


Memang Merapi memiliki kandungan gas CO dan CO 2. Untuk CO2-nya, gas dari letusan Merapi memiliki kadar 6-8 persen. Sementara untuk kandungan CO-nya, Subandriyo mengaku lupa persis angkanya. Dia memastikan ketika gas itu meletup ke udara konsentrasinya akan turun. “Sehingga tidak mematikan,” ujarnya. 

SMS yang beredar di masyarakat berbunyi begini. “Diperkirakan hari Sabtu, Merapi akan melakukan meletus lagi dan akan mengeluarkan gas beracun. Diperkirakan gas tersebut akan masuk wilayah Yogyakarta, harap mulai sekarang semua orang memakai masker yang dibasahi air karena gas beracun tersebut akan netral oleh air. Tetap waspada.”


Sejak 26 Oktober lalu, Gunung Merapi mulai meletus sampai pada yang terbesar pada Kamis malam lalu. Akibatnya, sebanyak 114 orang tewas. Data korban meninggal tersebut adalah 102 jiwa warga Kabupaten Sleman, tujuh orang dari Kabupaten Magelang, dua orang dari Kabupaten Klaten, dan tiga dari Kabupaten Boyolali.(tmp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved