Jelang Pilwako Batam 2011
Ojo Lali Siap Menangkan Nada Nur Satu Putaran
Koordinator Ojo Lali Kota Batam, Ir Wardi Atmowiyono mengatakan tim Ojo Lali, siap memenangkan Nadanur satu putaran
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Ojo Lali sebuah slogan yang santer saat ini beredar yakin bisa memenangkan pasangan Nada Faza Soraya- Nuryanto (Nadanur) satu putaran dalam pemilukada 5 Januari mendatang. Bagi perantau asal Jawa yang tinggal di Kepri dengan menyebut Ojo Lali (Jangan lupa) sudah paham bahkan kata ojo lali sudah dikenal lapisan masyarakat luas.
Koordinator Ojo Lali Kota Batam, Ir Wardi Atmowiyono mengatakan tim Ojo Lali, siap memenangkan Nadanur satu putaran. "Kita melihat seorang Nada, merupakan pengusaha yang nota bene sebagai ketua Kadin dua periode.
Nada sangat mengerti seluk beluk pengusaha dan hambatan investasi di Batam. Kami mendukungnya setelah kami membedah cara berpikirnya dan menyampaikan apa yang akan dilakukan jika terpilih kelak," kata Wardi, Kamis (25/11/2010).
Wardi menyebut jika terpilih pasangan Nadanur akan membenahi aturan hukum di kota Batam. Sebab selama ini investor masuk sulit berinvestasi karena lahan sudah habis dikuasai "mafia tanah" sehingga OB tidak berani mencabut lahan yang sudah dialokasikan tersebut. Hal ini sangat mengganggu sistem investasi di Batam. Disamping itu lahan di Rempang Galang yang masih status quo hingga kini belum jelas nasibnya. Pasangan ini akan memperjuangkan supaya jelas statusnya sehingga investor bisa mendapat kepastian untuk berinvestasi. Saat ini banyak investor ingin berinvestasi tapi terbentur dengan lahan.
Ia menyebut pasangan Nadanur menitikberatkan kepada kemaritiman. Batam yang merupakan gugusan pulau-pulau akan dikembangkan untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama hinterland. Seperti pengembangan wisata pulau Abang, pengalengan ikan, pelelangan ikan, pengembangan pelabuhan untuk logistik. Jika sektor kelautan bisa dikembangkan, akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan PAD.
Pasangan ini juga secara konsisten membela wong cilik seperti tukang ojek,
sopir, buruh dan tenaga harian lepas. Selain peduli dengan wong cilik, juga
bisa melakukan perubahan secara revolusioner di Batam, karena mereka bukan orang birokrat atau incumbant.
Untuk memenangkan mereka , tim Ojo Lali melakukan tiga langkah yakni
sosialisasi Nadanur ke seluruh masyarakat, baik lewat paguyuban dan elemen
masyarakat lainnya yang ada di Batam. Pasangan ini bisa cepat melakukan
perubahan karena tidak ada beban, seperti birokrat dan incumbant yang sarat
dengan kepentingan.
Untuk menjaga agar pemilu bisa berjalan dengan baik, pihaknya akan membentuk sub tim Satgas Anti Money Politic (AMP). "Kita membuat ini supaya jangan sampai kandidat yang menang karena monye politic. Kita melihat hampir seluruh kepala daerah di Indonesia masuk penjara karena korupsi. Korupsi dilakukan saat pencalonan dengan menghabiskan banyak dana. Setelah terpilih yang pertama dipikirkan adalah menutupi utang dengan cara melakukan koruspi," katanya.
Tim Ojo lali ini juga akan membentuk tim gotong royong lintas kota/kabupaten
untuk memilih Nadanur. Nadanur merupakan satu-satunya pasangan yang bukan incumbant dan bukan birokrat sehingga akan mampu melakukan perubahan secara revolusioner di Batam.
"Pasangan Nadanur sudah membuat komitmen bahwa APBD harus dijalankan secara transparan. Setiap pengesahannya akan diumumkan di koran sehingga masyarakat bisa mengawasi pelaksanaannya, sehingga tujuan dari APBD untuk memakmurkan rakyat bisa tepat sasaran," katanya.