Lowongan CPNS 2010

Forum Anak Daerah Bersatu Demo Hasil CPNS Kepri

Belasan anggota Forum Anak Daerah Bersatu (FADB) melakukan unjuk rasa

Forum Anak Daerah Bersatu Demo Hasil CPNS Kepri
Tribunnewsbatam / ogas jambak
Forum Anak Daerah Bersatu Demo Hasil CPNS Kepri

Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG - Belasan anggota Forum Anak Daerah Bersatu (FADB) melakukan unjuk rasa di kantor Gubenur Kepri, Senin (27/12/2010). FADB menuntut pembatalan proses CPNSD Kepri karena diduga adanya kecurangan dan kecerobohan panitia.


Selain itu FADB meminta BKD Kepri lebih memperhatikan anak tempatan untuk menjadi PNS. Demo yang dikawal ketat kepolisian dan Satpol PP tersebut berjalan lancar dan aman, tanpa ada anrkisme.

 

Para pendemo kemudian diterima oleh Kepala BKD Kepri Dra Reni Yusneli MTP dan Kepala badan Kesbanglinmas Fauzi Helmi, di ruang rapat Gubenur. Reni menyatakan adanya kesalahan teknis dari Universitas Indonesia yang memeriksa hasil ujian tersebut, sehingga ada satu nama yang keluar di dua pemerintahan.


Kesalahan Pusat Penelitian sains dan teknologi UI tersebut tertuang dalam surat Nomor 148-SKT/H2.F12/PPST/ADM.02/2010. dalam surat tersebut dinyatakan Slamet Munawar (Nomor peserta 130072121) yang dinyatakan lulus di Pemprov dan Pemko Batam, ternyata tidak hadir saat mengikuti ujian di Pemprov kepri.

 

Kemudian Ummi Pratiwi (520070042), Susila Candra (530070012) dan Syarifah Syarifani Aulia (530070148) yang dinyatakan lulus di Pemprov Kepri dan Kota Tanjungpinang, ternyata tidak mengikuti ujian di Kota Tanjungpinang. Dalam surat kalrifikasi dari UI tersebut menyatakan keempat nama tersebut terdaftar dalam daftar nominatif peserta ujian tetapi tidak terdaftar pada hasil pemindaian LJK.

 

Reni membantah adanya kecurangan dan calon titipan pada tes CPNS 2010 ini, dia mengatakan semuanya adalah kesalahan dari UI. Kemudian masalah formasi penerimaan (kelulusan) melebihi dari kuota formasi yang diumumkan sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya beberapa formasi yang tidak ada peminat. Sehingga pihaknya menambah kuota pada formasi lain. "Untuk publikasi kami sudah serahkan kepada Humas,” kara Reni.


Namun KaBiro humas Abdul Malik saat dihubungi mengaku tidak pernah ada koordinasi dengannya mengenai publikasi penambahan kuota tersebut.

 

FADB dalam orasinya menuntut pembatalan hasil tes CPNS dan proses yang sedang berlangsung, melakukan tes ulang dan melakukan penyidikan atas dugaan praktek suap penerimaan CPNS.


“Jika tidak dihentikan kami akan laporkan kepada kepolisian, dan kami memberikan waktu 1x24 jam,” ujar koordinator aksi Sumantri Ardi.

 

Dalam kesempatan itu para pendemo meminta BKD Kepri untuk membuka hasil nilai menyeluruh peserta ujian, agar dugaan suap dan dugaan calon titipan dapat diketahui. Namun Reni menolak dan mempersilahkan FADB untuk bertanya langsung kepada BKD.


Kecurigaan ini adanya kecurangan memang bisa saja terjadi. Jika melihat orang-orang yang lulus CPNS untuk Provinsi Kepri, lekat dengan orang -orang yang mempunyai nama besar, baik itu pejabat maupun tokoh masyarakat.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved