Lowongan CPNS 2010

BKD Kepri Sikukuh Itu Kesalahan UI

kesalahan pengumuman CPNSD adalah kesalahan Pusat Penelitian Sains dan teknologi Universitas Indoensia (UI).

BKD Kepri Sikukuh Itu Kesalahan UI
Tribunnews Batam / Dedy Suwadha
Diduga Curang Ujian CPNS Diminta Ulang

Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG- Menanggapi kisruh pelaksanaan CPNSD Kepri, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri bersikukuh bahwa kesalahan pengumuman CPNSD adalah kesalahan Pusat Penelitian Sains dan teknologi Universitas Indoensia (UI).


Hal ini berdasarkan release yang disampaikan oleh UI kepada BKD Kepri, yang menyatakan bahwa ada kesalahan dalam pengolahan data sehingga terjadi nama ganda dalam pengumuman kelulusan. “Telah terjadi kesalahan dalam pengolahan LJK,” ujar Reni Yusneli MTp, Kepala BKD Kepri, Rabu (29/12).

 

Menurut Reni kesalahan tersebut dikarenkan banyak LJK CPNS Kepri yang diolah oleh UI, yang mencapai 13.207 lembar LJK. Reni beralasan bahwa proses scaning dilakukan UI pada 22 Desember 2010 dan harus segera diselesaikan pada hari itu juga, sehingga terjadi kesalahan.


Sehingga ada beberapa peserta yang tidak mengikuti ujian memiliki nilai. Fakta pada pengumuman CPNSD pada Jumat (24/12), formasi dokter gigi atas nama Ummi Pratiwi lulus di Pemprov kepri dan Pemko Tanjungpinang dengan nomor ujian berbeda dan nilai berbeda. Ada apa dengan BKD ?

 

Reni mengaku tidak ada kejangalan dalam proses penerimaan CPNS 2010 yang dapat mengulang ujian. Karena tidaki ditemukan adanya joki, soal yang bocor, beredarnya kunci jawaban dan lainya. “Tidak ada hal yang harus mengulang ujian,” ucap Reni. Dia mengatakan hal ini murni kesalahan dari UI yang melakukan pemeriksaan LJK.

 

Kisruh penerimaan CPNSD kepri ini juga mendapat tangapan dari Ketua Peradi Kota Tanjungpinang, Hermansyah SH. Menurut Hermansyah jika penitia mengaku tidak adanya KKN dalam proses penerimaan ini, berarti UI sebagai lembaga yang besar tidak professional sehingga terjadi kesalahan fatal yang membuat kerersahan di masyarakat Kepri.


“UI harus menjelaskan kepada masyarakat dan membuka data yang sebenarnya. Jika tidak UI tidak professional,” ungkap Hermasnyah.

 

Dia mengatakan dugaan KKN dalam penerimaan CPNS di Kepri bukan hal baru, dan hal ini terjadi setiap tahunnya. Namun sulit untuk membuktikanya, karena banyak calon-calon tersebut menjual tanah atau mengadaikan sesuatu untuk masuk PNS. “Ini bukan hal baru, namun sulit untuk dibuktikan,” kata Hermansyah.

 

Dia mengatakan banyak orang tua calon yang mengtatakan mereka mengeluarkan sejumlah uang untuk anaknya masuk PNS, namun mereka takut untuk mengungkapkan ke publik. “BKD harus membuka hasil ujian ke publik, agar dugaan KKN ini menjadi jelas,” kata Hermansyah.

 

Disisi lain anggota DPRD kepri Rudi Chua mengatakan, dirinya banyak mendengar kabar sebelum pengumuman kelulusan banyak peserta yang dihubungi oleh oknum pnitia meminta uang. Uang yang diminta tidak sedikit bahkan mencapai Rp 100 juta.


“Kalau mau diluluskan harus menyediakan Rp 100 juta. Pertanyaan saya mereka mendapat nomor peserta dari mana?,” kata Rudi. Dia mengatakan BKD dan UI harus membuka data nilai keseluruhan peserta.

 

Disamping itu Polres Tanjungpinang masih terus melakukan penyelidikan tentang dugaan KKN dalam proses penerimaan CPNS Kepri dan Kota Tanjungpinang. Selain sudah meminta keterangan dari Ummi Partiwi saat ia mengurus SKCK, penyidik satuan reskrim akan memangil peserta lainya yang dinyatakan lulus dengan tidak mengikuti ujian.
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved