Lowongan CPNS 2010

Gubernur Kepri Menghindar Terkait Kisruh CPNS

Gubernur Kepri Menghindar Terkait Kisruh CPNS

Gubernur Kepri Menghindar Terkait Kisruh CPNS
Tribunnewsbatam / ogas jambak
Forum Anak Daerah Bersatu Demo Hasil CPNS Kepri 2010.

TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG
- Puluhan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang berunjuk rasa di depan kantor Gubenur Kepri, Kamis (30/12/2010). Para mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Tanjungpinang itu menuntut Pemprov Kepri meninjau kembali hasil penerimaan CPNS 2010.

Dengan membawa spanduk dan selebaran mereka berorasi di depan pagar kantor gubenur. Lama menunggu tidak mendapat respon dari pemerintah daerah Kepri, para mahasiswa mengoyang-goyang pagar penghalang di jalan kantor tersebut. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polres Tanjungpinang dan Satpol PP Kepri.

Dalam orasinya GMNI mengatakan Kepri dalam berduka, penerimaan CPNS 2010 ini syarat dengan kepentingan antek-antek dan kroni. Untuk itu GMNI mendesak panitia dan BKD Kepri untuk transparansi dan membeberkan hasil keseluruhan CPNS.

“Stop pembodohan masyarakat dalam penerimaan CPNS,” ujar GMNI. Dia mengatakan jangan ciptakan abdi-abdi negara yang dimulai dari proses kecurangan dan meminta aparat hukum untuk mengusut praktek KKN penerimaan CPNS Kepri 2010.

Akhirnya para pengunjuk rasa ditemui oleh Kepala Kesbanglinmaspol Fauzi Helmi, dan mengajak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi di ruang rapat gubenur. Mahasiswa diterima oleh Asisten Umum Said Agil dan ketua panitia penerimaan CPNS 2010 Yudha P.

Pada kesempatan itu, Mahasiswa meminta panitia untuk menyampaikan hasil scoring semua peserta CPNS yang dikeluarkan oleh Universitas Indonesia. Namun dengan mudahnya Yudha P mengelabui para pengunjuk rasa dengan mengatakan data tersebut saat ini disampaikan oleh Gubenur Kepri HM Sani di Gedung Daerah dalam pers release. Mahasiswa yang percaya akhirnya menerima dan membubarkan diri.

Saat dikonfirmasi kepada Yudha yang merupakan sekretaris BKD Kepri itu, mengaku dirinya menyampaikan bahwa gubenur sedang melakukan pers release tentang data tersebut sesuai dengan instruksi dari pimpinan.

“Saya tidak berbohong, itu sesuai kesepakatan sehari sebelumnya dengan wartawan,” ucap Yudha. dia mengaku hal itu merupakan wewenang pimpinan bukan kapasitas dirinya untuk menjawab.

Namun kenyataannya rekan-rekan wartawan yang ikut konfrensi pers dengan HM Sani di Gedung daerah tidak mendapat penjelasan tentang penerimaan CPNS yang kisruh ini dari Gubenur. Saat Tribun menanyakan hal tersebut, Sani langsung berdiri meningalkan wartawan dan menjawab CPNS akan dievaluasi.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved