Lowongan CPNS 2010

Kepala BKD Tidak Hadir di Hearing DPRD Kepri

Kepercayaan Publik Semakin Menurun

Kepala BKD Tidak Hadir di Hearing DPRD Kepri
Tribunnews Batam / Dedy Suwadha
Diduga Curang Ujian CPNS Diminta Ulang.

Laporan Ogas Jambak Wartawan Tribunnews Batam


TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG - Ketidakhadiran pemerintah Kepri (Kepala BKD) pada Hearing dengan DPRD Kepri, Kamis (6/1/2010) menurut Sekretaris Komisi II Rudi Chua menambah turunnya kepercayaan publik terhadap penyelengaraan pemerintahan di Kepri.


Rudi mengatakan sejak kisruh penerimaan CPNS 2010 muncul kepermukaan, kepercayaan publik terhadap penyelegaraan pemerintahan di Kepri sudah mulai menurun. “Menurunnya kepecayaan publik ini juga bisa berdampak kepada kerelean pembayar pajak menjadi kurang,” ujar Rudi, Kamis (6/1).

 

Dengan kurangnya kepercayaan publik tersebut, penyelengaraan pemerintahan juga menjadi pasif, karena masyarakat menilai adanya kekurangan kwalitas dari pegawai pemerintahan. Untuk itu Rudi menghimbau kepada pemerintah Kepri untuk segera menjelaskan kepada publik apa yang terjadi sebenarnya.


“Selama ini BKD masih melempar kesalahan kepada Universitas Indonesia, mereka belum berani menjelaskan kepada msayarakat,” kata Rudi.


UI harus menjelaskan kepada publik Kepri karena nama besar UI sangat dipertaruhkan saat ini. “Jangan UI mau dijadikan kambing hitam, mereka harus menjelaskan kepada publik. Jika benar UI salah mereka harus meminta maaf,” kata Rudi.


Dia mengatakan BKD Kepri untuk selanjutnya dapat mengunakan jasa dari Universitas yang tidak gentlemen ini.

 

Ksiruh penerimaan CPNS 2001 ini dipicu oleh adanya nama ganda yang lulus, dan nama peserta yang diluluskan tidak mengikuti ujian. Sejauh ini BKD Kepri menyalahkan UI sebagai pelaksana pemeriksaan ujian yang melakukan kesalahan, namun BKD Kepri tidak mau membuka data yang sebenarnya kepada publik.


Kepala BKD Reni Yusneli MTP mengatakan kesalahan karena adanya kesalahan komputer dalam memeriksa hasil ujian, sehingga ada nama yang tidak ikut ujian bisa lulus. Sangat aneh sekali ?.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved