Kriminal
Polresta Ungkap Pemalsuan Dokumen Kependudukan
Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengungkap pemalsuan dokumen kependudukan berupa KTP
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM- Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengungkap pemalsuan dokumen kependudukan berupa KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga. Polisi juga menangkap otak pemalsu bernama Herman (30) di rumahnya di ruli Baloi Kolam, Kamis (20/1/2011).
Salah satu teman pelaku berinisial MM yang turut terlibat dalam pemalsuan dokumen ini berhasil lolos dalam penyergapan yang dipimpin oleh Kanit Buser Ipda Nelson. MM yang telah ditetapkan sebagai DPO ini berperan sebagai pencari orang yang sedang mengurus dokumen kependudukan.
Dari rumah pelaku yang dijadikan polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop Acer 14", dua buah printer merek Epson dan sejumlah blanko KTP, KK dan Akta Kelahiran. Blanko yang KTP dan Kartu keluarga yang disita tersebut mirip dengan balnko yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Kecamatan.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Aries Andhi mengatakan, pengungkapan pemalsuan ini berkat informasi dari masyarakat tentang adanya pemalsuan dokumen kependudukan. "Berdasarkan informasi itu anggota langsung disebar untuk mengungkapnya," kata Aries Saat mengekspos kasus ini di Mapolresta, Jumat (21/1/2011).
Herman mengaku mulai melakukan pemalsuan dokumen kependudukan ini dalam tiga bulan terakhir. Selama itu dia dan temannya telah berhasil menerbitkan paket dokumen kependudukan berupa KTP, KK dan Kartu Keluarga antara 450 sampai 500 buah.
"Saya hanya bertugas mencetak dan mendesain kartu-kartu yang sudah dipesan. MM yang bekerja di lapangan mencari orang yang butuh KTP, saya juga dapat upah Rp 50 ribu dari dia untuk satu buah KTP KK dan Akta Kelahiran yang dicetak," kata Herman.
Bukan hanya pemalsuan dokumen kependudukan, Herman juga mulai mencoba melakukan pemalsuan ijazah. Hal ini terbukti dengan turut disitanya sejumlah ijasah asli mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Modus pemalsuan ini adalah dengan cara melakukan scan Ijasah dan blanko dokumen. Kemudian tinggal mengisi nama-nama dan data orang-orang yang memesan dokumen tersebut.
"IIjasan sudah beberapa yang saya buat. Yang pesan itu adalah mereka yang ingin bekerja di PT tapi tidak punya ijasah. KTP dan KK juga biasanya untuk mereka yang mau cari kerja," ungkapnya.
Herman dan MM berpenghasilan rata-rata Rp 1.200.000 setiap hari dengan melakukan pemalsuan ini. Setiap hari mereka bisa menerbitkan empat sampai lima paket dokumen, dengan harga per paket antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.