Batam Tergenang

PR Pemko Tuntaskan 39 Titik Bajir Lagi

Terdata ada 39 Lokasi Banjir

PR Pemko  Tuntaskan 39 Titik Bajir Lagi
Tribunnews Batam / Agus Bagjana
Bajir di Simpang Bandara Hang Nadim Batam
Laporan Sihat Manalu wartawan Tribun Batam

BATAM , TRIBUN - Persoalan banjir di Batam, sudah sangat memprihatinkan bahkan sudah sampai memakan korban. Namun penanganannya hingga kini belum juga tuntas.  Padahal Wali kota pernah janji tahun 2010 Batam bebas banjir.

Bersadarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum selama lima tahun mulai 2006-2011 jumlah titik banjir sebanyak 86 titik di 16 kawasan. Pengerjaannya dilakukan namun masih ada 17 titik belum dikerjakan sama sekali. Jika diprosentasekan titik banjir yang sudah dikerjakan sebanyak 82,35 persen.

Titik banjir belum selesai dikerjakan sesuai RPJMD, masih ada 17 titik lagi belum dikerjakan namun  sudah muncul 22 titik lagi lokasi banjir, sehingga total titik banjir yang akan ditangani sebanyak 39 titik.

Lokasi banjir yang belum dikerjakan sesuai RPJMD sebanyak 17 titik yakni Jalan raya depan Indosat, Baloi Centre Marina Park, Pelabuhan Sekupang, Tiban Kampung (bantaran Drainase Primer-Sekunder), jalan raya depan perumahan villa Paradise, jalan raya depan Purkopkar, jalan raya depan kampus putra Batam.

Kemudian perumahan Maseba Batu Aji, perumahan Kodim, ujung jalan raya menuju Dapur 12, Saguba RT 05/RW06 (blok M,S,U,V,W,R), Kebun Sayur, Bida Ayu Bukit Kemuning, Ruli Kampung Aceh, jalan menuju perumahan dotamana, Bengkong Indah II dan Bengkong Harapan II dan Perumahan belakang air port (Kp Jabi-Teluk Bakau).

Sedangkan titik banjir tambahan sebanyak 22 titik yakni simpang bandara, SMP28 Taman Raya, simpang Kabil/Raya, depan Kepri Mall, simpang jam, Indomobil,Bengkong Swadebi,Cahaya Garden, Bengkong Permai (Bengkong Laut), Putra Batam (Batu Aji), Paradise.

Selanjutnya Simpang Raya (Bandara), perumahan Masyeba, Tiban Kampung,Tanjung Piayu, Pancur Swadaya, Bukit Daeng,
Simpang Punggur, Jl Duyung, Balakang DC Mall.

Lokasi terbaru adalah Pesona Mantang Bengkong Kartini (10 rumah rusak berat) dan SMP 4 Bengkong yang mengalami longsor.

Kepala Bidang (Kabid) SDA Dinas Pekerjaan Umum, Suhar ST menyebut anggaran untuk peningkatan drainase hanya sebesar Rp2miliar dan biaya pemeliharaan sebesar Rp2,6 miliar. Dana sebesar itu tentu tidak cukup hanya bisa untuk dua paket drainase saja.

Banjir menjadi persoalan pelik, karena dalam penganggaran selalu menimbulkan polemik. Untuk tahun ini  saja peningkatan drainase hanya sebesar Rp2 miliar dan biaya pemeliharaan  Rp2,6 miliar, suatu perbandingan yang sangat mencolok dengan APBD Batam sebesar  Rp1,4 triliun. Padahal masyarakat selalu mengeluh terkait dengan banjir yang  dialami mereka.


Wakil Ketua DPRD Batam, Ruslan menyebut komentar wali kota yang menyebut banjir  karena faktor cuaca kurang tepat. Jika pembangunan tidak dilakukan secara sporadis dan membabat pohon-pohon, tentu tidak seperti ini.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved