Kriminal
Rampok Linggis Pemilik Rumah di Batuaji
Aksi perampokan mulai merambah Batam. Teguh Tri Martono (23) pekerja PT Epson duel dengan seorang perampok
BATAM, TRIBUN - Aksi perampokan mulai merambah Batam. Teguh Tri Martono (23) pekerja PT Epson duel dengan seorang perampok di rumahnya Perumahan Genta 1 blok F Nomer 8 Batuaji, Senin (21/2/2011) sekitar pukul 10.30 WIB. Teguh terpaksa dilarikan ke rumah sakit Otorita Batam (RSOB) Sekupang.
Darah segar berceceran di ruang tamu kediaman Teguh. Darah yang mengalir hingga teras depan rumah ini merupakan darah Teguh yang terkena tebasan linggis yang digunakan perampok untuk menghentikan perlawanan pemilik rumah.
Pelaku yang diduga seorang diri ini masuk ke rumah Teguh dengan cara menjebol jendela dan masuk ke dalam rumah. Aksi ini ternyata diketahui pemilik rumah yang saat itu sedang tertidur di ruang tamu. Teguh berteriak meminta tolong warga. Teriakan ini membuat pelaku kalut dan berusaha melawan.
Perkelahian tak dapat dihindarkan. Teguh berusaha menangkis pukulan linggis yang diayunkan perampok. Akibatnya darah keluar baik dari tangan hingga ke kepala korban. Meski terluka Teguh berusaha melawan dan mengejar perampok yang saat itu berusaha kabur melewati pintu depan.
Perkelahian ini ternyata diketahui Adi Prasetyo seorang mantan RT setempat. Adi yang saat itu berboncengan dengan istrinya berusaha mengejar pelaku yang lari ke arah pintu keluar perumahan.
"Saya sudah pegang tangannya. Dia bilang kamu jangan lari. Saya sudah teriak maling, makanya dia berhenti. Saya suruh naik ke motor saya. Pertama saya kira mereka berkelahi," ujar Adi Prasetyo kepada tribunnews batam.com di lokasi kejadian.
Adi yang tidak menyangka kalau pria yang sedang duduk dibelakangnya adalah rampok, diapun berusaha meminta pria itu diam." Dia ngomong kalau dia mau ketemu abangnya. Pas disamping parit, dia loncat dari atas motor lalu kabur lewat parit ke arah perumahan MKGR.
"Saya tidak tau kalau dia rampok. Benar,saya kira berkelahi," ujar Adi.