Polisi Masih Telusuri Kronologis Penembakan
Insiden Penyerangan Aparat BC
BATAM,
TRIBUN- Pihak kepolisian belum dapat memastikan pihak yang disalahkan
pada insiden penyerangan sekelompok massa terhadap aparat Bea dan Cukai
(BC) Batam, di Pelabuhan Batu Ampar, Sabtu (12/2/2011) dini hari lalu.
Hingga Selasa (22/2/2011) kemarin, Satrekrim Polresta Barelang masih
melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak BC Batam.
Sementara dari pihak H Toyib yang diduga sebagai penggerak massa pada insiden tersebut, telah memenuhi panggilan Satreskrim pada Jumat (18/2/2011) lalu. Kedatangan pihak ini juga sekaligus untuk melaporkan, penembakan terhadap Tison (18) salah satu warga Tanjung Sengkuang saat insiden tersebut berlangsung.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yudha Satriawan mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi- saksi belum selesai sehingga dapat disimpulkan arah dari kasus ini.
"Semua yang terlibat dan mengetahui kejadian ini akan kami panggil, dari pihak H Toyib dan masyarakat Tanjung Sengkuang sudah di panggil dan sekarang giliran BC," kata Eka kepada Wartawan, siang tadi.
Eka menyebut keterangan yang ada saat ini belum sinkron antara pihak warga Tanjung Sengkuang dengan keterangan sementara dari aparat BC yang telah menjalani pemeriksaan. Ketidakcocokan ini disebabkan karena masing-masing memiliki alibinya sendiri-sendiri terkait kronologis kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).
"Mereka punya cerita sendiri-sendiri, dan tidak cocok cerita kejadiannya antara kedua pihak ini. Tapi kita masih terus dalami, dengan memperbanyak keterangan dari saksi-saksi. Kita belum tahu penembakan atau penyerangan yang menyebabkan insiden ini pecah," terang Eka.
Pemeriksaan terhadap aparat BC dilakukan secara terpisah-terpisah pada setiap unit di Satreskrim. Hal yang sama juga diterapkan saat pengambilan keterangan dari pihak warga Tanjung Sengkuang. Menurut Eka, pemeriksaan terpisah ini bertujuan untuk menggali fakta sebenarnya terjadi di TKP.
Sementara, Kasat Reskrim, Kompol Aries Andhi, mengatakan, ada sebelas aparat BC yang berpatroli saat malam kejadian tersebut. Lima diantaranya telah dimintai keterangan pada Senin kemarin, sedangkan sisanya enam orang lagi diharapkan akan selesai diambil keterangannya pada Selasa kemarin.
Aris menyebut, materi pemeriksaan terhadap pihak BC maupun warga Tanjung Sengkuang masih berkisar pada kronologis kejadian. "Masih di seputar itu, sampai saat cerita dari masing-masingnya masih berbeda-benda jadi perlu didalami sebelum kita fokus pada tujuan kasus ini," terang Areis.